Kejagung Tetapkan Delapan Tersangka Baru Dalam Kasus Korupsi Kredit Sritex

Kejagung Tetapkan Delapan Tersangka Baru Dalam Kasus Korupsi Kredit Sritex

PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) kembali bergulir setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) RI tetapkan delapan tersangka baru.

Kejagung Tetapkan Delapan Tersangka Baru Dalam Kasus Korupsi Kredit Sritex

Penetapan ini menambah daftar tersangka sebelumnya dan menunjukkan geliat serius penegakan hukum terhadap dugaan korupsi yang telah menimbulkan kerugian negara hingga triliunan rupiah. Dibawah ini Politik Ciki akan membahas mantan pejabat sejumlah bank pelat merah, sehingga menjadi sorotan publik terkait integritas pengelolaan kredit perbankan.

Penetapan Delapan Tersangka Baru Oleh Kejagung

Pada Selasa dini hari, 22 Juli 2025, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Kejagung, Nurcahyo Jungkung Madyo, mengumumkan penetapan delapan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit sesuai prosedur k PT Sritex.

Penetapan ini menambah total tersangka menjadi sebelas orang. Para tersangka berasal dari jajaran direksi dan pejabat bank-bank daerah serta pejabat perusahaan Sritex sendiri.

Profil dan Peran Para Tersangka Dalam Kasus

Delapan tersangka yang baru ditetapkan antara lain Allan Moran Severino, mantan Direktur Keuangan PT Sritex (2006-2023). Yang bertanggung jawab atas pengajuan kredit dan pelaporan keuangan perusahaan. Selain itu, ada pejabat penting dari Bank DKI seperti Babay Farid Wazadi (mantan Direktur Kredit UMKM sekaligus Direktur Keuangan Bank DKI 2019-2022).

Pramono Sigit (mantan Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI 2015-2021). Dari Bank BJB terdapat Yuddy Renaldi (mantan Direktur Utama), Benny Riswandi (Senior Executive VP Bisnis). Dari Bank Jateng ada Pujiono (mantan Direktur Utama), Supriyanto (mantan Direktur Bisnis Korporasi dan Komersial), serta Suldiarta (Kepala Divisi Bisnis Korporasi dan Komersial).

Baca Juga:

Modus Korupsi dan Kerugian Negara

Kejagung membeberkan bahwa tersangka menggunakan dokumen dan invoice fiktif sebagai underlying dalam memproses permohonan pencairan kredit di Bank DKI. Dana kredit yang diperoleh pun tidak digunakan sesuai peruntukkan modal kerja perusahaan, melainkan digunakan untuk melunasi hutang medium term note (MTN).

Kepentingan lain yang tidak sah, sehingga merugikan keuangan bank serta negara. Kasus ini diduga menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 108 triliun, salah satu skandal korupsi besar yang mencoreng dunia perbankan pelat merah.

Proses Penahanan & Tahapan Hukum Berikutnya

Proses Penahanan & Tahapan Hukum Berikutnya

Setelah penetapan tersangka, Kejagung langsung melakukan penahanan terhadap beberapa tersangka. Khususnya yang menjabat di bank-bank daerah seperti Pujiono, Supriyanto, dan Suldiarta, yang ditempatkan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung.

Langkah ini untuk mencegah kemungkinan melarikan diri atau menghilangkan bukti. Proses penyidikan masih terus berjalan agar dapat mengungkap seluruh jaringan korupsi dan pihak-pihak lain yang terlibat.

Implikasi Kasus Bagi Pengawasan Kredit Perbankan

Kasus korupsi kredit kepada Sritex ini menjadi peringatan keras bagi sistem pengawasan kredit di bank-bank BUMD dan lembaga keuangan pada umumnya. Tindakan kolusi antara pejabat bank dan debitur dalam memanfaatkan fasilitas kredit tanpa prosedur yang benar.

Menjadi fokus perhatian untuk memperbaiki mekanisme pengendalian internal dan tata kelola kredit. Selain itu, kasus ini mengangkat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemberian kredit perbankan agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan bisnis atau pribadi.

Kesimpulan

Penetapan delapan tersangka baru dalam kasus korupsi kredit Sritex oleh Kejaksaan Agung. Menandai langkah tegas aparat hukum dalam menindak korupsi yang merugikan negara triliunan rupiah. Dari pejabat PT Sritex hingga sejumlah mantan pemimpin bank daerah, semuanya kini menghadapi jeratan hukum.

Modus korupsi berupa penggunaan invoice fiktif dan penyalahgunaan dana kredit menegaskan perlunya reformasi sistem pengawasan kredit di perbankan BUMD. Simak dan ikuti terus informasi terlengkap tentang berita Politik Ciki yang akan kami berikan setiap harinya.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari liputan6.com
  2. Gambar Kedua dari disway.id