Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, berangkat ke Johannesburg, Afrika Selatan, mewakili Presiden Prabowo hadiri KTT G20.

Dalam kunjungannya itu, Gibran dijadwalkan menghadiri sejumlah pertemuan penting yang membahas pemulihan ekonomi global, transformasi digital, serta penguatan kemitraan strategis antarnegara anggota G20.
Berikut ini Politik Ciki akan memberikan informasi terbaru mengenai keikutsertaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam KTT G20 Afrika Selatan.
Peran Indonesia Dalam Forum Global
Kehadiran Wapres Gibran di KTT G20 Afrika Selatan bukan sekadar simbol diplomasi, melainkan juga sarana strategis bagi Indonesia. Untuk menyampaikan pandangan dan posisi resmi Presiden Prabowo. Dalam forum ini, Wapres akan menyampaikan pidato mewakili Presiden, menekankan pentingnya kerja sama global dalam pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Serta mendorong terciptanya stabilitas perdagangan dan keuangan internasional.
Selain itu, Indonesia juga akan menegaskan komitmen pada isu-isu prioritas global seperti transisi energi berkeadilan, pembangunan berkelanjutan, dan penguatan sistem pangan dunia. Kehadiran Wapres di forum ini sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia. Tetap menjadi pemain utama dalam pembahasan isu-isu ekonomi, sosial, dan teknologi di tingkat dunia.
Pertemuan Bilateral dan Diplomasi Intensif
Selain mengikuti sesi utama KTT G20, Wapres Gibran dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara sahabat. Pertemuan ini bertujuan menyampaikan pesan Presiden Prabowo, khususnya terkait penguatan hubungan diplomatik, investasi, serta kerja sama ekonomi dan perdagangan.
Diplomasi intensif ini menjadi momen penting bagi Indonesia untuk mempromosikan kepentingan nasional di forum global sekaligus menjalin kerja sama strategis dengan negara-negara anggota G20. Dalam pertemuan bilateral tersebut, isu-isu seperti stabilitas ekonomi regional, energi berkelanjutan, dan pengembangan teknologi cerdas diperkirakan menjadi agenda utama.
Baca Juga: Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tiga Sesi Utama KTT G20

KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, akan berlangsung selama dua hari, 22–23 November 2025, di Johannesburg Expo Centre. Forum ini dirancang dengan tiga sesi utama yang membahas berbagai tantangan global. Mulai dari ekonomi, pembangunan berkelanjutan, hingga teknologi dan sumber daya strategis.
Sesi pertama membahas Ekonomi Berkelanjutan, menyoroti peran perdagangan dan keuangan dalam pembangunan global serta masalah utang di negara berkembang. Diskusi ini menjadi momen penting bagi Indonesia untuk berbagi pengalaman menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sesi kedua membahas Pembangunan Dunia yang Tangguh dan ketiga menyoroti Pekerjaan Layak serta Tata Kelola AI. Dengan fokus pada kebencanaan, perubahan iklim, transisi energi berkeadilan, sistem pangan, pengelolaan kecerdasan buatan. Serta pemanfaatan mineral kritis yang menjadi perhatian strategis Indonesia dalam forum kali ini.
Fokus Indonesia dan Pesan Strategis
Dalam seluruh rangkaian KTT G20, Indonesia menekankan strategi penguatan kerja sama multilateral dan peningkatan peran negara berkembang dalam sistem ekonomi global.
Salah satu agenda penting adalah pengelolaan mineral kritis, yang menjadi fokus diplomasi Indonesia untuk mendukung pembangunan industri strategis di dalam negeri.
Wapres Gibran juga akan menyoroti isu transisi energi berkeadilan (just energy transition), yang menjadi perhatian global terkait upaya menurunkan emisi karbon sambil memastikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Pesan strategis ini menunjukkan bahwa Indonesia berkomitmen tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan secara global.
Komitmen Indonesia Dalam Diplomasi Global
Indonesia menegaskan komitmennya dalam diplomasi global melalui kehadiran Wapres Gibran di KTT G20 Afrika Selatan. Partisipasi ini menunjukkan peran aktif Indonesia dalam pembahasan isu-isu strategis. Termasuk ekonomi berkelanjutan, transisi energi, dan pengelolaan sumber daya mineral kritis.
Dengan menyampaikan posisi resmi Presiden Prabowo, Indonesia berupaya memperkuat kerja sama multilateral dan menegaskan kepentingan nasional di tingkat internasional.
Selain itu, Wapres Gibran juga memanfaatkan forum untuk menjalin hubungan bilateral dengan para pemimpin negara sahabat. Pertemuan ini menjadi kesempatan strategis bagi Indonesia dalam memperluas kerja sama ekonomi, teknologi, dan investasi, sekaligus mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di kancah global.
Simak dan ikut terus perkembangan politik terkini dengan informasi akurat dan tentunya terpercaya hanya di Politik Ciki.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari idxchannel.com