Rumah Ahmad Sahroni Dibongkar, Polisi Cari Bukti Penjarahan

Rumah Ahmad Sahroni Dibongkar, Polisi Cari Bukti Penjarahan

Kasus penjarahan dan pembongkaran rumah Ahmad Sahroni membuka bab yang kompleks dalam dinamika politik dan keamanan sosial di Jakarta.

Rumah Ahmad Sahroni Dibongkar, Polisi Cari Bukti Penjarahan

Politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menjadi sorotan publik setelah rumah pribadinya di Jalan Swasembada Timur XXII, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengalami kerusuhan dan penjarahan masa pada tanggal 30 Agustus 2025.

Insiden ini memicu tanggapan keras dari pihak kepolisian yang segera membuka investigasi, dan langkah pembongkaran rumah Sahroni kemudian dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan dan investigasi lanjutan. Mari kita ulas lebih dalam di .

Aksi Penjarahan di Rumah Sahroni

Pada sore hari tanggal 30 Agustus, ratusan orang berkumpul di depan kediaman Sahroni dalam sebuah unjuk rasa yang berubah menjadi kerusuhan. Massa melempari rumah, merusak kaca jendela dan pagar, hingga akhirnya menerobos masuk ke dalam bangunan.

Menurut laporan dari Polres Metro Jakarta Utara, orang-orang yang memasuki rumah tersebut mengambil berbagai barang berharga.

Mulai dari peralatan rumah tangga seperti meja, kursi, kulkas, AC, mesin cuci. Hingga dokumen penting seperti ijazah, sertifikat tanah, kartu keluarga, dan kartu identitas lainnya.

Tak hanya itu, mobil mewah yang terparkir di garasi juga menjadi sasaran. Mobil-mobil milik Sahroni dirusak, bagian bodi penyok, kaca pecah, dan sebagian barang berharga dari dalam mobil turut dibawa massa.

Kondisi telah cukup parah hingga polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi mengonfirmasi bahwa keluarga Sahroni telah membuat laporan resmi, dan sejumlah barang yang dijarah kemudian dikembalikan kepada pihak keluarga.

Sebagai contoh, tas branded milik keluarga Sahroni telah diserahkan kembali melalui proses yang difasilitasi oleh kepolisian.

Penyelidikan Saksi Oleh Polisi

Polres Metro Jakarta Utara segera merespon insiden tersebut dengan membuka penyelidikan. Mereka menegaskan telah memeriksa lima orang sebagai saksi.

Data yang dikumpulkan bukan hanya dari kesaksian langsung, tetapi juga dari rekaman CCTV di dalam dan sekitar rumah Sahroni serta jejak di media sosial.

Kasat Reskrim Polres Jakut, Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar. Menyatakan bahwa hingga saat laporan dibuat belum ada tersangka yang ditangkap. Namun, pihak kepolisian tidak tinggal diam dan terus mendalami motif di balik aksi penjarahan tersebut.

Laporan resmi dari kuasa hukum Sahroni juga telah disampaikan ke Polres Metro Jakarta Utara, dan kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya untuk penanganan lebih lanjut.

Polisi menyebutkan bahwa kerja sama publik sangat penting, dan sebagian warga yang mengikuti aksi telah menyerahkan barang-barang yang sebelumnya dibawa dari rumah Sahroni.

Baca Juga: Surya Paloh Resmi Non-Aktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Dari DPR RI

Pembongkaran Rumah Ahmad Sahroni

Pembongkaran Rumah Ahmad Sahroni

Sebagai langkah pemulihan setelah kerusakan besar, sejak tanggal 10 November 2025. Rumah Sahroni secara aktif mulai dibongkar dan diratakan.

Dua alat berat dikerahkan untuk meratakan puing-puing bangunan yang sebagian telah menyebar ke gang sempit di depan jalan rumah.

Sahroni sendiri menjelaskan bahwa pembongkaran ini dilakukan karena kerusakan akibat kerusuhan terlalu parah untuk sekadar diperbaiki. Dia menyebutkan rencana renovasi menyeluruh agar bangunan nanti menjadi lebih kokoh dan aman.

Meskipun mengalami kerugian besar, Sahroni menegaskan keinginannya untuk tetap tinggal di lokasi lamanya. Dia merasa terikat dengan lingkungan sekitar dan tidak berniat pindah, bahkan akan membangun kembali di tanah yang sama bersama warga kampung.

Sebelum pembongkaran resmi dimulai, Sahroni menggelar doa bersama di depan rumah bersama tokoh masyarakat dan warga setempat. Acara itu sekaligus sebagai bentuk izin moral kepada warga agar proyek renovasi mendapat dukungan dari lingkungan sekitar.

Ancaman Penegakan Hukum

Kejadian penjarahan terhadap rumah seorang anggota DPR tentu menimbulkan keprihatinan publik terkait fungsi pengamanan oleh aparat keamanan.

Direktur Eksekutif salah satu organisasi masyarakat menyatakan bahwa kerusuhan dan penjarahan di rumah Sahroni menjadi bukti lemahnya kontrol kepolisian terhadap aksi massa.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya menyatakan telah mendeteksi para pelaku perusakan dan penjarahan, dan berjanji akan mengambil tindakan tegas.

Meski begitu, hingga laporan-laporan awal, belum diumumkan nama tersangka resmi; polisi masih dalam tahap penyelidikan dan pengumpulan bukti.

Kasus ini juga membuka diskusi lebih luas tentang keselamatan elit politik dan akar konflik sosial. Penjarahan terhadap rumah politisi, terutama di tengah ketegangan demonstrasi, memperlihatkan bagaimana massa bisa menyalurkan kemarahan politik ke ranah sangat pribadi yaitu properti dan privasi.

Buat kalian yang ingin mendapatkan analisis politik yang tajam dan update terkini, kalian bisa kunjungi Politik Ciki yang dimana akan selalu menyajikan berita dan opini terpercaya seputar dinamika politik Indonesia dan dunia.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari megapolitan.kompas.com
  • Gambar Kedua dari www.cna.id