Pernyataan Mahfud MD soal bahaya demokrasi langsung viral, memicu perdebatan luas publik tentang makna dan arah sistem politik Indonesia saat ini.
Mahfud MD mengingatkan bahwa demokrasi bisa “membunuh dirinya sendiri” jika disalahgunakan melalui mekanisme yang tampak sah, seperti praktik di beberapa negara yang berujung otoriter. Ia menekankan bahwa demokrasi tidak cukup hanya dengan pemilu, tetapi juga membutuhkan pengawasan publik dan institusi yang kuat agar tetap berjalan sesuai substansinya.
Simak beragam informasi menarik lainnya tentang politik di Indonesia yang terbaru dan terviral cuman hanya ada di seputaran Politik Ciki.
Pernyataan Mahfud di UII Yogyakarta
Pada Kamis malam, 21 Mei 2026, Mahfud MD hadir dalam forum diskusi bertajuk “Terus Terang” di Universitas Islam Indonesia (UII), Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kesempatan itu, ia mengulas perjalanan demokrasi di Indonesia dan tantangan yang menyertainya.
Mahfud mengutip pemikiran Mohammad Hatta yang sudah sejak lama mengingatkan agar demokrasi dijalankan dengan hati-hati. Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa sistem demokrasi bisa menjadi alat yang berbahaya jika tidak diawasi dengan baik oleh masyarakat dan lembaga negara.
Ia juga menekankan bahwa demokrasi tidak boleh hanya dipahami sebagai prosedur pemilihan umum semata. Lebih dari itu, demokrasi harus dijaga agar tidak berubah menjadi sarana bagi kelompok tertentu untuk menguasai kekuasaan secara sah namun merusak sistem dari dalam.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Makna “Demokrasi Membunuh Demokrasi”
Pernyataan “demokrasi digunakan untuk membunuh demokrasi” merujuk pada situasi ketika mekanisme demokratis dimanfaatkan untuk menghasilkan kekuasaan yang justru bersifat otoriter. Mahfud menilai fenomena ini pernah terjadi di beberapa negara dalam sejarah dunia.
Ia mencontohkan bagaimana pemimpin yang terpilih secara demokratis dapat mengubah sistem menjadi lebih tertutup setelah mendapatkan kekuasaan. Proses tersebut tetap berjalan secara formal, tetapi substansi demokrasi perlahan melemah karena kontrol publik berkurang.
Dalam penjelasannya, Mahfud menegaskan bahwa demokrasi yang tidak dijaga dengan kesadaran masyarakat bisa menghasilkan paradoks: sistem yang seharusnya menjamin kebebasan justru digunakan untuk membatasi kebebasan itu sendiri.
Baca Juga: Efek Domino Tur Jokowi, PSI Disebut Paling Diuntungkan, Ini Analisis Yunarto Wijaya
Relevansi Dengan Kondisi Demokrasi Indonesia
Pernyataan Mahfud juga dikaitkan dengan dinamika demokrasi Indonesia yang terus berkembang sejak era reformasi. Ia menilai bahwa perjalanan demokrasi tidak selalu linear dan sering mengalami naik turun tergantung pada kualitas institusi dan penegakan hukum.
Dalam pandangan Mahfud, demokrasi yang sehat harus ditopang oleh hukum yang kuat. Jika hukum lemah, maka demokrasi bisa kehilangan arah dan membuka ruang bagi praktik yang merugikan kepentingan publik.
Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran publik dalam menjaga demokrasi agar tetap berada pada jalur yang benar. Tanpa partisipasi aktif masyarakat, sistem demokrasi berisiko disalahgunakan oleh elite politik yang memiliki kekuasaan besar.
Respons Publik dan Makna Politiknya
Pernyataan Mahfud yang viral menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap isu demokrasi di Indonesia. Banyak pihak menilai bahwa pernyataan tersebut menjadi pengingat penting bahwa demokrasi bukan sistem yang otomatis berjalan ideal tanpa pengawasan.
Sebagian pengamat melihat pernyataan itu sebagai kritik moral terhadap potensi penyimpangan kekuasaan dalam sistem demokrasi modern. Meski tidak menyebut kasus spesifik, pesan yang disampaikan dianggap relevan dengan kondisi politik kontemporer.
Di sisi lain, diskusi yang muncul juga memperlihatkan bahwa isu demokrasi masih menjadi topik sensitif dan penting di ruang publik. Hal ini menandakan bahwa kesadaran politik masyarakat terhadap sistem pemerintahan semakin meningkat.
Pantau selalu berita politik terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di Politik Ciki agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari rmol.id
- Gambar Kedua dari kompasiana.com