PAN secara resmi mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto untuk terlibat aktif dalam penyelesaian konflik dunia dukungan ini menegaskan peran Indonesia.
Presiden Prabowo akan berupaya menjadi mediator strategis, mengedepankan solusi damai, dan meredakan ketegangan global. Langkah ini mendapat sorotan luas karena potensi memengaruhi stabilitas kawasan dan posisi Indonesia di mata dunia.
Berikut ini, Politik Ciki akan menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga fundamental ekonomi dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Dukungan PAN Untuk Peran Global Indonesia
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan atau Zulhas, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mengambil peran aktif menjaga ketertiban dunia. Menurut Zulhas, Indonesia tidak seharusnya hanya menjadi penonton dalam konflik global yang berdampak luas.
Zulhas menyampaikan pandangan ini dalam pernyataannya di Gedung DPP PAN, Jakarta Selatan, pada Jumat malam (6/3/2026). Ia melihat peran Indonesia tidak hanya sekadar mengikuti arah kebijakan negara lain, tetapi menjadi bagian dari solusi aktif. Dukungan ini menegaskan bahwa partainya sejalan dengan visi peran global.
Lebih lanjut, Zulhas menyatakan bahwa keterlibatan Indonesia dalam penyelesaian konflik internasional merupakan cerminan amanat dalam Undang‑Undang Dasar 1945. Baginya, ketika negara kuat lain terlibat dalam dinamika global, Indonesia dengan kekuatan diplomasi dan jaringan internasionalnya dapat memberikan kontribusi nyata.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Indonesia Bukan Penonton, Tapi Agen Perdamaian
Dalam pandangan Zulhas, Indonesia idealnya tidak hanya berdiri di pinggir arena konflik global tanpa pengaruh nyata. Ia mempertanyakan sikap negara yang hanya ikut mengamati tanpa keterlibatan aktif dalam regulasi dan resolusi konflik dunia. Menurutnya, sudah saatnya Jakarta menunjukkan kapasitas sebagai negara besar.
Zulhas menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal diplomatik yang kuat, terutama dengan jumlah penduduk muslim terbesar dan peran aktif di organisasi seperti ASEAN dan OKI. Keberadaan Indonesia di berbagai forum global menjadikannya mitigator ideal dalam dialog lintas negara.
Ia juga menambahkan bahwa peran tersebut bukan hanya simbolik. Rentetan konflik global yang berlangsung saat ini membutuhkan suara negara yang mampu menjembatani kepentingan berbagai pihak. “Jika kita terus hanya menjadi pengamat, Indonesia tidak akan pernah terdengar di panggung dunia,” ujar Zulhas.
Baca Juga: Terbongkar! Polisi Ungkap Praktik Pengoplosan Elpiji Di Kudus, DPR Beri Apresiasi
Sorotan Konflik Global Yang Mendesak Perhatian
Zulhas dalam keterangannya tak hanya mengkritik status quo, tetapi juga menyoroti beberapa konflik yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Isu konflik di Gaza menjadi salah satu fokus utama, terutama ketegangan yang terus meningkat antara Israel dan pihak‑pihak lain.
Menurut Zulhas, upaya penghentian kekerasan di Gaza harus dijalankan meskipun bukan hal yang mudah. Ia menegaskan pentingnya diplomasi yang lebih agresif dan terstruktur, bukan sekadar kecaman verbal. “Bukan berarti kita tidak bisa marah, tapi tentu yang dibutuhkan adalah upaya yang terukur dan strategis untuk meredam konflik,” katanya.
Tak hanya itu, Zulhas juga membahas konflik lain seperti perang antara Rusia dan Ukraina yang masih berlanjut, serta ketegangan di kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut Pakistan dan Afghanistan tetap berada dalam situasi perang, Thailand dan Kamboja memiliki dinamika bilateral yang kompleks, serta konflik yang terjadi antara kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Peran Diplomatik Presiden Prabowo dan Dukungan
Zulhas mengungkap bahwa Presiden Prabowo telah mendapatkan berbagai dukungan internasional dalam upaya diplomatiknya untuk meredam konflik global. Salah satu dukungan itu berasal dari Pakistan, yang menyatakan kesiapan membantu Indonesia dalam menjalankan peran mediasi.
Ia memandang dukungan tersebut sebagai sinyal bahwa dunia mulai melihat Indonesia sebagai pemain yang kredibel dalam diplomasi global. Dukungan dari negara lain, menurut Zulhas, juga memperkuat posisi Indonesia ketika berbicara dalam forum internasional seperti PBB, OKI, dan ASEAN.
Zulhas juga menekankan bahwa setiap langkah yang diambil oleh Presiden Prabowo harus didukung oleh seluruh elemen bangsa demi mencapai tujuan diplomasi yang lebih efektif.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari nasional.kompas.com
- Gambar Kedua dari tvonenews.com