Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan industri manufaktur Indonesia menargetkan pertumbuhan 5,51 persen pada 2026.
Sektor ini tetap menjadi motor penggerak ekonomi nasional dan penopang penciptaan lapangan kerja, meski menghadapi tantangan global. Pemerintah fokus memperkuat nilai tambah, pendalaman struktur industri, dan keterkaitan antarsektor agar daya saing nasional meningkat. Dapatkan informasi menarik yang sedang jadi perbincangan di Politik Ciki.
Pertumbuhan Industri Manufaktur Diperkirakan Melebihi 5 Persen
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa industri manufaktur nasional tetap tumbuh di atas 5 persen dan berperan sebagai motor penggerak ekonomi Indonesia. Kinerja ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026, meski perekonomian global masih diliputi ketidakpastian.
“Kami optimistis kinerja ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan sepanjang tahun 2026,” ujar Agus dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (18/1/2026). Menurutnya, sektor manufaktur nasional tetap tangguh dan menjadi salah satu pilar utama perekonomian.
Meski menghadapi tantangan struktural maupun eksternal, fondasi industri nasional saat ini dinilai cukup kuat untuk menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Hal ini menunjukkan kemampuan industri untuk tetap produktif sekaligus adaptif terhadap perubahan global.
Arah Kebijakan Industri 2026
Agus menjelaskan bahwa arah kebijakan industri manufaktur pada 2026 tidak hanya bertujuan menjaga momentum pertumbuhan, tetapi juga memperkuat struktur industri nasional. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing sektor manufaktur Indonesia di tingkat global.
“Kebijakan fokus pada penguatan nilai tambah di dalam negeri, pendalaman struktur industri, serta optimalisasi keterkaitan antarsektor agar industri nasional semakin kokoh dan berdaya saing,” jelas Menperin. Langkah ini diyakini mampu memperkuat ekosistem industri secara keseluruhan.
Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya integrasi antarindustri dan kolaborasi lintas sektor. Pendekatan ini akan membantu menciptakan rantai nilai yang lebih efisien serta mendukung pengembangan teknologi dan inovasi di dalam negeri.
Baca Juga: Terungkap! Alasan Ahok Dan Jonan Dipanggil di Sidang Korupsi Minyak Pertamina
Target Pertumbuhan dan Kontribusi Lapangan Kerja
Pada 2026, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas ditargetkan mencapai 5,51 persen. Angka ini menegaskan posisi strategis sektor manufaktur sebagai tulang punggung ekonomi nasional dan penopang utama penciptaan lapangan kerja.
Berdasarkan data Kemenperin per 15 Januari 2026, tercatat 1.236 perusahaan industri yang dibangun sepanjang 2025 direncanakan mulai berproduksi pada 2026. Produksi baru ini diproyeksikan menyerap 218.892 tenaga kerja, memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.
Target ini juga menjadi tolok ukur keberhasilan kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri yang inklusif dan berkelanjutan. Sektor manufaktur diharapkan terus menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi lokal maupun nasional.
Investasi Industri Mencapai Ratusan Triliun Rupiah
Investasi sektor industri pengolahan nonmigas yang mendukung kapasitas produksi baru diperkirakan mencapai Rp551,88 triliun. Dari total tersebut, nilai investasi di luar tanah dan bangunan mencapai Rp444,25 triliun, menunjukkan besarnya komitmen pelaku industri terhadap ekspansi kapasitas dan inovasi teknologi.
Agus menekankan bahwa investasi besar ini tidak hanya memperkuat produksi, tetapi juga meningkatkan kualitas produk dan daya saing industri nasional. Dengan demikian, Indonesia mampu menghadapi persaingan global sekaligus meningkatkan ekspor manufaktur.
Selain itu, investasi yang masif ini mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mendukung pengembangan sumber daya manusia. Pemerintah menilai, kombinasi pertumbuhan industri dan investasi berkelanjutan akan menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi global.
Pantau selalu kejadian terbaru dan terviral berita lainnya yang kami berikan hanya ada di Politik Ciki.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari nasional.kompas.com
- Gambar Kedua dari tribunnews.com