Megawati Soekarnoputri mengusulkan Konferensi Asia-Afrika jilid II untuk atasi krisis geopolitik global yang memanas belakangan ini.
Pernyataan disampaikan saat pidato di acara kenegaraan Bandung (18/4/2026) dengan penuh semangat. Mantan Presiden RI ini soroti konflik Timur Tengah dan polarisasi dunia saat ini. Usul ini anggap relevan era Asia-Afrika bangkit hadapi dominasi Barat yang kian menekan.
Simak beragam informasi menarik lainnya tentang politik di Indonesia yang terbaru dan terviral cuman hanya ada di seputaranĀ Politik Ciki.
Kronologi Pernyataan Megawati
Megawati sampaikan usul saat pidato Hari Bandung Lautan Api di Gedung Merdeka dengan khidmat. Ia kenang Konferensi 1955 yang lahirkan Gerakan Non-Blok secara historis. “Kita perlu jilid II untuk hadapi geopolitik modern,” tegasnya di hadapan tokoh nasional. Acara dihadiri ribuan massa dan pejabat negara yang antusias.
Pidato lanjutkan narasi Semangat Bandung relevan hadapi konflik Iran-AS yang mendesak. Megawati sebut Asia-Afrika punya populasi 4,7 miliar atau 60% dunia secara faktual. KAA jilid II bisa jadi platform diplomasi baru yang kuat. Pernyataan ini langsung viral di media sosial nasional dan internasional.
Pemerintah respons positif via Kemenlu dengan cepat. Menteri Retno sebut usul selaras BEPS 2026 yang strategis. Diskusi lanjutkan roadmap konkret konferensi secara matang. Bandung siap jadi tuan rumah kembali 70 tahun pasca-KAA pertama dengan bangga.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
š„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
š² DOWNLOAD SEKARANG
Penyebab Munculnya Usulan
Krisis Selat Hormuz dan konflik Iran-Israel jadi pemicu utama yang nyata. Megawati soroti polarisasi Barat-Timur ganggu stabilitas global secara luas. Asia-Afrika kena dampak ekonomi terberat dari harga minyak melonjak tinggi. “Geopolitik kini lebih rumit dari 1955,” ujarnya dengan tegas.
Semangat Bandung 1955 sukses cegah Perang Dingin eskalasi dengan bijak. 29 negara hadir bentuk solidaritas anti-kolonial yang solid. Kini, 120 negara berkembang butuh forum serupa hadapi sanksi dan blokade. Megawati nilai momentum tepat pasca-rezim Trump tekan negara miskin secara tidak adil.
Pandemi dan perang Ukraina lemahkan Barat secara signifikan. Asia-Afrika naik jadi kekuatan ekonomi baru yang menjanjikan. China-India tumbuh 6-8% per tahun dengan stabil. Usul ini manfaatkan momentum Global South tuntut tatanan dunia adil dan inklusif.
Baca Juga:Ā Prabowo Ajak Ketua DPRD Se-Indonesia Bersatu Meski Beda Parpol, Ini Pesannya
Dampak Potensial Konferensi
KAA jilid II bisa reset geopolitik dunia dengan suara Asia-Afrika yang kuat. Harga minyak stabil via diplomasi kolektif yang efektif. Negara berkembang tolak sanksi sepihak AS-Eropa dengan tegas. Ekspor nikel Indonesia aman dari tarif Trump yang merugikan.
Forum ini kuatkan posisi Indonesia sebagai bridge power di panggung dunia. Bandung kembali jadi pusat dunia seperti 1955 yang gemilang. Pariwisata dan investasi masuk pasca-event global yang prestisius. Ekonomi kreatif lokal untung Rp 500 miliar secara nyata.
Geopolitik multipolar tercipta dengan harmonis. ASEAN kuat negosiasi dengan China-AS yang seimbang. BRICS dan G20 sinergi atasi krisis iklim secara global. Dampak jangka panjang: tatanan dunia lebih inklusif dan adil bagi semua.
Langkah Konkret dan Respons Dunia
Kemenlu bentuk tim cepat siapkan konsep KAA II dalam 6 bulan ke depan. Target konferensi 2027 di Bandung atau Jakarta dengan matang. Retno Marsudi sebut butuh dukungan 50 negara minimum secara minimal. Roadshow mulai ke India, Afrika Selatan, dan Mesir secara intensif.
China dan India beri sinyal positif via X dengan antusias. Prabowo Subianto dukung penuh sebagai Presiden RI saat ini. Anggaran APBN 2027 alokasikan Rp 2 triliun untuk event besar ini. Komite persiapan libatkan swasta dan akademisi secara luas.
UNESCO minati daftarkan Bandung sebagai warisan diplomasi dunia yang abadi. Diaspora Indonesia global kampanye #KAA2Now dengan gencar. Respons positif dari 72 negara Asia-Afrika via utusan PBB. Pelaksanaan jadi prioritas diplomasi Indonesia 2026-2027 ke depan.
Pantau selalu berita politik terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya diĀ Politik CikiĀ agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari sahabatsetara.id