Ruang Digital Jadi Lahan Subur Radikalisasi, BNPT Angkat Bicara

Ruang Digital Jadi Lahan Subur Radikalisasi, BNPT Angkat Bicara

BNPT menilai penyebaran paham radikal di ruang digital berkembang cepat dibandingkan metode konvensional, sehingga perlu pengawasan serius.

Ruang Digital Jadi Lahan Subur Radikalisasi, BNPT Angkat Bicara

Kini, pertempuran ideologi telah berpindah ke ruang digital, menyasar pikiran dan hati, terutama generasi muda. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) secara tegas menyoroti pergeseran dramatis ini. Memperingatkan bahwa proses radikalisasi di dunia maya berlangsung jauh lebih cepat dan efektif dibandingkan metode konvensional. Menimbulkan tantangan baru yang kompleks bagi keamanan nasional.

Simak beragam informasi menarik lainnya tentang politik di Indonesia yang terbaru dan terviral cuman hanya ada di seputaran Politik Ciki.

Percepatan Radikalisasi Di Ruang Digital

Transformasi proses radikalisasi dari metode konvensional ke platform digital telah menciptakan dinamika baru yang mengkhawatirkan. Jika dahulu pembentukan ideologi radikal memerlukan waktu bertahun-tahun, kini proses tersebut dapat terjadi dalam hitungan bulan melalui media sosial dan platform daring lainnya. Fenomena ini menunjukkan betapa masifnya dampak teknologi dalam menyebarkan narasi ekstremisme.

​Kepala BNPT, Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, menekankan bahwa efektivitas radikalisasi melalui media sosial kini menjadi jauh lebih tinggi.​ Algoritma platform digital yang dirancang untuk keterlibatan pengguna justru dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk menyebarkan propaganda secara personal dan berkelanjutan. Menjangkau individu yang rentan dengan presisi yang mengejutkan.

Percepatan ini berarti respons yang lebih sigap dan strategi pencegahan yang lebih adaptif sangat dibutuhkan. Pendekatan lama tidak lagi memadai untuk menghadapi kecepatan penyebaran ideologi radikal di ruang digital, yang membutuhkan kolaborasi multi-sektoral dan inovasi dalam mitigasi risiko.

Target Utama, Anak Dan Remaja Dalam Pusaran Ancaman

Ancaman radikalisme digital tidak pandang bulu, bahkan secara khusus menargetkan kelompok yang paling rentan, anak-anak dan remaja. Kelompok usia ini, yang merupakan natif digital, menjadi sasaran empuk bagi propaganda karena tingkat keterpaparan mereka yang tinggi terhadap internet dan media sosial. Mereka seringkali kurang memiliki filter kritis yang memadai untuk membedakan informasi yang benar dari yang menyesatkan.

BNPT telah membentuk tim koordinasi nasional khusus untuk melindungi anak-anak dari ancaman terorisme digital. Tim ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, seperti Kementerian PPPA dan KPAI, untuk memastikan perlindungan komprehensif bagi anak yang menjadi korban atau berpotensi menjadi target radikalisasi.

Pergeseran ancaman dari aksi fisik ke penyebaran ideologi di ruang digital ini semakin mendekatkan bahaya radikalisme ke kehidupan sehari-hari anak dan remaja. Lingkungan digital yang seharusnya menjadi sarana edukasi dan hiburan kini berubah menjadi medan pertempuran ideologi yang mengancam masa depan generasi penerus bangsa.

Baca Juga: DPR Fokuskan Pengawasan 2025 Pada Pagar Laut Dan Maraknya Perundungan

Statistik Mengkhawatirkan, Ribuan Konten Intoleran Terdeteksi

Statistik Mengkhawatirkan, Ribuan Konten Intoleran Terdeteksi

Sepanjang tahun 2025, BNPT berhasil mengidentifikasi dan mencatat temuan sebanyak 21.199 konten yang bermuatan intoleransi, radikalisme, dan terorisme (IRT) di ruang digital. Angka ini adalah bukti nyata dari skala permasalahan yang dihadapi. Menunjukkan aktivitas masif kelompok ekstremis dalam memanfaatkan platform daring untuk tujuan mereka.

Konten-konten ini didominasi oleh upaya propaganda, penggalangan dana, dan perekrutan anggota baru. Pola komunikasi yang digunakan sangat adaptif, disesuaikan dengan karakter dan preferensi kelompok usia anak serta remaja. Membuat pesan-pesan radikal lebih mudah dicerna dan diterima oleh target sasarannya.

Temuan ini konsisten dengan Kajian Tren Terorisme Indonesia 2023–2025 yang disusun oleh I-KHub BNPT bersama mitra internasional. Laporan tersebut mengukuhkan bahwa meskipun serangan fisik telah berhasil dikendalikan. Perang ideologi kini bergeser secara signifikan ke ruang privat individu, khususnya anak-anak melalui medium digital.

Melawan Ancaman Tak Kasat Mata, Kolaborasi Untuk Masa Depan

Meskipun keamanan nasional relatif terkendali dari serangan fisik, BNPT menyadari bahwa ancaman terorisme telah berevolusi dan membutuhkan pendekatan yang berbeda. Perang melawan radikalisme kini adalah perang ideologi yang harus dimenangkan di ranah digital. Membutuhkan pemahaman mendalam tentang bagaimana narasi ekstrem menyebar dan memengaruhi individu.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya memutus mata rantai penyebaran radikalisme dan terorisme. BNPT mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, swasta, dan komunitas pendidikan untuk bersatu padu dalam membangun ketahanan ideologi di ruang fisik maupun digital.

Edukasi literasi digital, pengawasan konten yang lebih ketat, serta pengembangan kontra-narasi yang efektif adalah langkah-langkah krusial. Dengan upaya bersama, kita dapat melindungi generasi mendatang dari ancaman tak kasat mata yang terus bersembunyi di balik layar perangkat digital mereka.

Pantau selalu berita politik terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di Politik Ciki agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari antaranews.com
  • Gambar Kedua dari nasional.kompas.com