Rapat paripurna DPR memanas! Golkar mengungkit sikap PDIP soal dana pendidikan, memicu debat sengit di lantai rapat.
Rapat paripurna DPR menjadi sorotan publik setelah suasana memanas antara Golkar dan PDIP. Golkar menyinggung sikap PDIP terkait dana pendidikan, memicu debat sengit di lantai rapat.
Tetap simak di Politik Ciki ketegangan ini menarik perhatian banyak pihak karena menyangkut anggaran pendidikan nasional yang sensitif. Poin-poin penting dan respons masing-masing pihak menjadi fokus perbincangan di tengah masyarakat.
DPR Memanas, Golkar Singgung PDIP Soal Dana Pendidikan
Rapat paripurna DPR kembali memanas ketika Golkar menyinggung sikap PDIP terkait dana pendidikan. Fokus perdebatan adalah alokasi anggaran Rp 223,5 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Ketua Komisi IX DPR Fraksi Golkar, Yahya Zaini, menegaskan bahwa Fraksi PDIP sebelumnya tidak menolak alokasi anggaran ini saat pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) DPR dan rapat paripurna. Keputusan tersebut disahkan dalam UU APBN.
Golkar menekankan bahwa MBG merupakan program yang bertujuan mulia dan mendukung pembentukan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas. Poin ini menjadi sorotan karena menimbulkan perdebatan politik di DPR.
Klarifikasi Golkar Soal MBG
Yahya Zaini menegaskan Golkar tidak terlibat langsung dalam pengelolaan MBG. Meski begitu, partainya menyatakan dukungan penuh terhadap program yang diusung Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Ia menambahkan, program MBG telah terbukti di berbagai negara, termasuk Jepang, Brasil, Korea Selatan, dan India, sebagai upaya mencetak generasi unggul melalui pendidikan dan nutrisi.
Pengelolaan MBG melibatkan kerja sama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan yayasan, sehingga capaian program menjadi lebih luas. Dalam satu tahun, sudah berdiri lebih dari 22 ribu dapur SPPG dengan penerima manfaat sekitar 60 juta orang.
Baca Juga: Seskab Bongkar Fakta! Anggaran Pendidikan Disetujui DPR Termasuk PDIP
PDIP Soroti Sumber Anggaran
Sementara itu, PDIP menyampaikan bahwa anggaran MBG sebesar Rp 223,5 triliun diambil dari total anggaran pendidikan nasional. Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan terkait alokasi dana pendidikan yang sudah ditetapkan sebesar Rp 769 triliun.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PDIP, MY Esti Wijayati, menjelaskan dalam konferensi pers pada Jumat (27/2/2026) bahwa sebagian pengurus DPD-DPC PDIP mempertanyakan fakta ini karena anggaran pendidikan seharusnya dialokasikan murni untuk pendidikan.
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDIP, Adian Napitupulu, menambahkan dasar hukum terkait penggunaan dana MBG. Ia mengacu pada Pasal 22 UU Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 dan Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2024, yang menegaskan alokasi tersebut resmi dari APBN.
Perdebatan Politik Dan Dukungan Publik
Perdebatan antara Golkar dan PDIP menekankan ketegangan politik di DPR. Golkar menyoroti fakta bahwa PDIP menyetujui alokasi MBG saat pembahasan anggaran, sementara PDIP menekankan transparansi sumber dana.
Masyarakat juga menanggapi perdebatan ini, karena menyangkut program kesehatan dan pendidikan anak-anak. Isu ini menjadi sorotan karena jumlah anggaran yang sangat besar dan tujuannya yang menyasar generasi penerus.
Pihak Golkar menegaskan bahwa program ini tidak seharusnya dipolitisasi. Evaluasi dan perbaikan dilakukan oleh BGN agar MBG berjalan optimal, sementara pemerintah terus memantau pelaksanaan program secara nasional.
Tujuan Dan Harapan Program MBG
Yahya Zaini menegaskan kembali bahwa Golkar mendukung MBG sepenuhnya. Tujuannya adalah menciptakan generasi sehat dan cerdas yang mampu menjadi sumber daya manusia unggul di masa depan.
Program MBG mencakup penyediaan makanan bergizi di sekolah umum maupun keagamaan. Pelibatan yayasan dan lembaga lokal mempercepat distribusi sehingga lebih banyak anak mendapatkan manfaat.
Golkar menekankan bahwa jika masih ada kekurangan atau kelemahan dalam pelaksanaan MBG, BGN harus segera melakukan evaluasi dan perbaikan. Dengan begitu, program ini bisa terus berkembang dan menjadi model yang sukses di Indonesia.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari menpan.go.id