Presiden Prabowo Tegaskan Persatuan Ulama Dan Umaro Jadi Kunci Kemajuan Bangsa

Prabowo Tegaskan Persatuan Ulama dan Umaro Jadi Kunci Kemajuan Bangsa

Presiden Prabowo menegaskan bahwa persatuan antara ulama dan umaro menjadi fondasi penting bagi perdamaian dan kemajuan bangsa.

Prabowo Tegaskan Persatuan Ulama dan Umaro Jadi Kunci Kemajuan Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menegaskan persatuan ulama dan umaro sebagai fondasi menjaga kesatuan bangsa. Pernyataan ini disampaikan dalam acara “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa” dan pengukuhan MUI di Masjid Istiqlal, Jakarta, menekankan bahwa perdamaian serta kemajuan Indonesia bergantung pada sinergi kedua elemen masyarakat ini.

Simak beragam informasi menarik lainnya tentang politik di Indonesia yang terbaru dan terviral cuman hanya ada di seputaran Politik Ciki.

Fondasi Persatuan Untuk Kemakmuran

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perdamaian hanya bisa tercapai melalui persatuan kokoh antara ulama dan umaro. Dengan bersatunya kedua pilar ini, beliau meyakini Indonesia akan maju dan makmur secara berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara yang dihadiri banyak tokoh agama dan pemerintahan.

Menurut Prabowo, persatuan antara ulama dan umaro adalah prasyarat utama bagi kesuksesan sebuah bangsa sepanjang sejarah peradaban manusia. “Kalau ulama dan umara bersatu, Insya Allah bangsa kita akan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang makmur,” ujarnya pada Sabtu itu. Pernyataan ini menyoroti pentingnya harmoni sebagai landasan bagi pembangunan nasional.

Momen munajat bersama yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal menjadi simbol nyata dari bersatunya ulama dan umaro. Acara ini bukan hanya seremoni, melainkan representasi dari komitmen bersama untuk menjaga stabilitas dan memajukan bangsa melalui semangat persatuan.

Apresiasi Untuk Peran MUI

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi atas peran besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menjaga stabilitas dan persatuan bangsa. Beliau memuji kontribusi MUI yang selalu hadir sebagai pilar penting dalam menghadapi berbagai tantangan.

Prabowo menggarisbawahi bahwa MUI senantiasa menjadi pilar stabilitas, ketenangan, kesejukan, serta toleransi antar seluruh umat dan agama di Indonesia. “MUI tidak pernah absen pada saat-saat negara menghadapi kesulitan,” tutur Prabowo, menyoroti konsistensi MUI dalam mendukung keutuhan negara.

Penghargaan ini mencerminkan pengakuan pemerintah terhadap peran strategis MUI sebagai lembaga yang tidak hanya mewadahi aspirasi ulama, tetapi juga berkontribusi aktif dalam merawat kerukunan dan keharmonisan di tengah masyarakat majemuk Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Rusdi Masse, Sosok yang Disebut “Jokowi-nya Sulsel” Oleh PSI

Pengukuhan Pengurus MUI Periode 2025–2030

 Pengukuhan Pengurus MUI Periode 2025–2030

Acara di Masjid Istiqlal juga menjadi momen penting bagi pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk periode 2025–2030. Pengukuhan ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan bernomor Kep-1/DP-MUI/XI/2025 yang telah ditandatangani oleh Ketua Umum MUI, Anwar Iskandar, dan Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan.

Susunan Pimpinan MUI periode 2025–2030 menempatkan Anwar Iskandar sebagai Ketua Umum, didampingi oleh Cholil Nafis, Anwar Abbas, dan Marsyudi Syuhud sebagai Wakil Ketua Umum. Formasi kepemimpinan ini diharapkan dapat membawa MUI terus berkiprah secara efektif.

Jajaran kepengurusan juga diisi oleh berbagai tokoh penting di tingkat ketua, sekretaris jenderal, bendahara umum, hingga dewan pertimbangan. Kehadiran nama-nama berpengalaman ini menunjukkan komitmen MUI untuk terus beradaptasi dan memperkuat peran keulamaan dalam menghadapi dinamika sosial dan kebangsaan.

Seruan Memperkuat Persatuan

Di akhir pidatonya, Presiden Prabowo kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan dan menjaga kekayaan bangsa. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar seluruh komponen masyarakat.

“Sekali lagi saya menggugah, sekali lagi saya memohon, marilah kita bersatu. Kita harus menjaga republik ini. Kita harus menjaga kekayaan bangsa kita,” tegas Prabowo. Seruan ini adalah panggilan untuk bersama-sama bertanggung jawab atas masa depan Indonesia.

Pesan ini menggarisbawahi bahwa persatuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau ulama saja, melainkan seluruh rakyat Indonesia. Dengan bersatu, diyakini bahwa bangsa ini akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan terus melangkah maju menuju masa depan yang lebih baik.

Pantau selalu berita politik terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di Politik Ciki agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari nasional.kompas.com
  • Gambar Kedua dari voi.id