Prabowo Marah ke Pejabat, Stop Laporan Palsu atau Kena Tegur Keras

Stop Laporan Palsu atau Kena Tegur Keras

Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan tegas kepada jajaran pejabatnya jangan membuat laporan palsu atau manipulatif hanya untuk menyenangkan.

Stop Laporan Palsu atau Kena Tegur Keras

Saat peringatan HUT ke-1 Danantara, Prabowo menekankan pentingnya transparansi dan integritas dalam setiap laporan BUMN. Ia juga memuji kinerja BUMN yang naik signifikan, tetapi memperingatkan konsekuensi serius bagi yang mencoba menipu sistem.

Berikut ini, Politik Ciki akan menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga fundamental ekonomi dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVELIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Prabowo Larang Laporan Palsu Pejabat

Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada jajaran pejabat negara dan petinggi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara agar tidak membuat laporan palsu atau manipulatif. Peringatan itu disampaikan saat peringatan HUT ke-1 Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu.

“Jangan main-main lagi dengan saya laporan palsu, laporan menyenangkan-menyenangkan, laporan supaya bisa akal-akalan. Saya kasih peringatan keras ini,” tegas Presiden Prabowo kepada jajarannya. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa integritas dalam pelaporan menjadi prioritas utama pemerintah.

Presiden menekankan bahwa laporan yang jujur dan transparan adalah fondasi penting bagi pengelolaan BUMN yang profesional. Menurutnya, laporan palsu atau rekayasa informasi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga melemahkan kepercayaan publik terhadap manajemen BUMN.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!

GIF PIALA DUNIA 2026

ROA BUMN Tembus 300 Persen

Setelah memberikan peringatan, Presiden Prabowo mengumumkan kabar positif terkait kinerja BUMN di bawah naungan Danantara. Ia menyebut return on asset (ROA) perusahaan-perusahaan tersebut dalam setahun terakhir meningkat lebih dari 300 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Saya cukup gembira, return on asset satu tahun, 2025, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen. Ini cukup baik, dan ini membuktikan premis kita mendirikan Danantara,” ujar Presiden. Ia menambahkan, konsolidasi dan pengelolaan satu manajemen terbukti efektif meningkatkan kinerja BUMN.

Kenaikan signifikan ROA ini menurut Presiden menegaskan bahwa pengelolaan BUMN secara terpusat di bawah Danantara memungkinkan strategi yang lebih rasional, efisien, dan selaras dengan standar manajemen terbaik dunia.

Baca Juga: Viral! Pakar Kritik Revisi UU Pemilu, Partisipasi Publik Bisa Dirugikan?

Kompleksitas Anak dan Cucu Perusahaan BUMN

Kompleksitas Anak dan Cucu Perusahaan BUMN

Presiden Prabowo menyoroti banyaknya anak perusahaan, cucu perusahaan, bahkan cicit perusahaan yang berada di bawah satu entitas BUMN. Menurutnya, ada BUMN yang mengelola hingga 200 anak dan cucu perusahaan, sebuah jumlah yang menurutnya sangat besar.

Situasi ini, kata Presiden, berpotensi menimbulkan penyimpangan meski BUMN awalnya didirikan dengan iktikad baik untuk memenuhi kebutuhan strategis negara. “BUMN didirikan oleh pendiri-pendiri bangsa kita, dulu namanya perusahaan negara. Kita mendirikan pabrik kertas, perusahaan farma, dan lainnya demi kepentingan publik,” jelasnya.

Namun, seiring waktu, kompleksitas struktur ini menimbulkan tantangan pengawasan. Banyak anak dan cucu perusahaan yang mengurangi efektivitas kontrol negara, sehingga konsolidasi menjadi solusi strategis untuk mengelola aset BUMN dengan lebih baik.

Danantara Satukan BUMN, Maksimalkan Aset Negara

Presiden Prabowo juga menyinggung adanya regulasi yang membatasi audit negara terhadap perusahaan di bawah BUMN. Menurutnya, peraturan yang membolehkan audit BUMN induk tapi melarang audit cucu perusahaan terasa tidak logis dan menghambat transparansi.

“Oleh karena itu, konsolidasi perusahaan-perusahaan milik negara di bawah Danantara menjadi strategi yang tepat untuk mencegah kebocoran kekayaan negara,” tegas Presiden. Dengan satu manajemen, pengawasan menjadi lebih mudah dan risiko penyimpangan bisa ditekan.

Presiden menekankan bahwa konsolidasi ini tidak hanya memperkuat kontrol, tetapi juga meningkatkan kinerja dan efisiensi BUMN sesuai standar internasional. Strategi ini diharapkan menjadi model pengelolaan BUMN modern yang transparan, profesional, dan berorientasi hasil.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari kaltim.antaranews.com
  • Gambar Kedua dari kaltim.antaranews.com