Konflik antar-nelayan di Pasuruan berakhir damai setelah difasilitasi Polri dan TNI, dengan kesepakatan yang menenangkan masyarakat.
Bentrok antar-nelayan di Pasuruan sempat menimbulkan ketegangan dan kekhawatiran di masyarakat pesisir. Beruntung, mediasi yang melibatkan Polri dan TNI berhasil menghadirkan solusi damai. Dengan kesepakatan ini, perselisihan di laut Pasuruan akhirnya mereda, membuka jalan bagi kerjasama dan ketenangan bagi para nelayan.
Simak detail di Politik Ciki proses mediasi dan langkah-langkah perdamaian yang dilakukan.
Perdamaian Antarnelayan Di Kota Dan Kabupaten Pasuruan
Upaya penyelesaian konflik antara nelayan Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan. Kedua belah pihak sepakat mengakhiri perselisihan yang terjadi di perairan Katingan, Kabupaten Sidoarjo.
Nelayan dari Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, bertemu dengan rekan-rekan mereka dari Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, untuk menandatangani kesepakatan damai. “Kedua belah pihak sudah sepakat damai yang disaksikan langsung oleh pihak masing-masing pemerintah, kepolisian, dan TNI,” ujar Aipda Junaidi, Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Jumat (6/2/2026).
Momen ini menjadi simbol komitmen kedua kelompok nelayan untuk menyelesaikan konflik secara kekeluargaan. Mereka bertekad menjaga hubungan baik dan menghindari tindakan yang dapat memicu bentrokan di masa depan.
Poin-Poin Kesepakatan Damai Yang Disepakati
Kesepakatan damai antara nelayan mencakup empat poin utama yang menjadi dasar penyelesaian konflik. Poin pertama menegaskan bahwa kedua belah pihak sepakat berdamai dan masalah sebelumnya dianggap selesai sepenuhnya.
Poin kedua mengatur pemberian santunan kepada korban pembacokan serta ganti rugi biaya pengobatan. Hal ini bertujuan membantu pemulihan fisik maupun mental korban dan memastikan keadilan bagi mereka yang terdampak.
Selain itu, kedua kelompok nelayan bersepakat untuk tidak mengulangi kejadian serupa. Mereka juga berkomitmen menaati peraturan hukum yang berlaku, sehingga potensi konflik di masa depan dapat diminimalkan secara efektif.
Baca Juga: Disaksikan Prabowo, Adies Kadir Ucap Sumpah Jabatan Hakim MK
Penyelesaian Kerugian Material Akibat Konflik
Salah satu isu krusial dalam konflik ini adalah kerusakan perahu yang terbakar. Kesepakatan damai mencakup penyelesaian ganti rugi yang dilakukan bersama, melibatkan Pemerintah Kota Pasuruan dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Pendekatan ini memastikan proses kompensasi berjalan adil dan transparan. Kedua pihak mendapatkan jaminan bahwa kerugian materiil mereka akan ditangani secara proporsional dan tidak memihak salah satu pihak.
Dengan adanya penyelesaian ini, diharapkan ketegangan antarnelayan berkurang. Situasi pelabuhan menjadi lebih aman dan kondusif untuk aktivitas ekonomi, terutama dalam mendukung keberlanjutan usaha nelayan di daerah tersebut.
Kronologi Konflik Yang Terja Di Perairan Katingan
Konflik bermula pada Rabu (4/2/2026) sore di perairan Katingan, Kabupaten Sidoarjo. Salah satu perahu milik warga Ngemplakrejo menggunakan jaring trawl yang dianggap merugikan nelayan Desa Kalirejo.
Perselisihan memanas hingga berujung pada aksi saling bakar perahu. Dalam insiden tersebut, 11 perahu dilaporkan terbakar di pelabuhan Pasuruan, sementara dua nelayan mengalami luka bacok yang memerlukan perawatan intensif.
Kejadian ini memicu kepanikan di kalangan nelayan dan masyarakat sekitar pelabuhan. Aparat kepolisian dari satuan Brimob diterjunkan untuk mengendalikan situasi, menjaga keamanan, dan mencegah konflik meluas ke area lain.
Upaya Keamanan Dan Pemulihan Kondisi Pasca-Konflik
Setelah insiden, aparat kepolisian tetap berjaga di sekitar pelabuhan untuk memastikan situasi tetap terkendali. Kehadiran mereka memberikan rasa aman bagi nelayan dan masyarakat setempat.
Kesepakatan damai yang tercapai diharapkan menjadi momentum membangun kembali kepercayaan antarnelayan. Komunikasi dan koordinasi akan ditingkatkan agar potensi konflik serupa tidak terulang di masa mendatang.
Langkah-langkah ini menjadi contoh penyelesaian sengketa secara damai dengan melibatkan pemerintah, kepolisian, dan TNI. Kolaborasi ini penting untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan keberlangsungan aktivitas nelayan di wilayah Pasuruan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari surabaya.kompas.com
- Gambar Kedua dari pantura7.com