PBNU Dukung RI Gabung Board Of Peace, Tegaskan Komitmen Selamatkan Palestina

PBNU Dukung RI Gabung Board Of Peace, Tegaskan Komitmen Selamatkan Palestina

Dalam langkah diplomatik strategis, PBNU tegas mendukung keputusan Presiden Prabowo Subianto bergabung dengan Dewan Perdamaian Board of Peace.

PBNU Dukung RI Gabung Board Of Peace, Tegaskan Komitmen Selamatkan Palestina

​ Keikutsertaan Indonesia dalam inisiatif internasional ini dilihat sebagai upaya konkret dan progresif dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel.

Berikut ini, akan menyoroti dukungan yang lahir dari komitmen mendalam PBNU terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan global.

Landasan Dukungan PBNU

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, setelah pertemuan penting antara tokoh agama dan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta. Gus Yahya menekankan bahwa bergabungnya Indonesia dengan BoP merupakan peluang emas. Ini memungkinkan Indonesia berperan lebih aktif dan efektif dalam membantu Palestina, utamanya melalui platform diplomasi internasional yang disokong Amerika Serikat.

Dukungan PBNU berakar kuat pada nilai dan prinsip yang selama ini dipegang teguh oleh Nahdlatul Ulama. Organisasi Islam terbesar di Indonesia ini memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan kemanusiaan dan keadilan, khususnya bagi rakyat Palestina yang menghadapi penindasan. Bergabungnya Indonesia dengan BoP sejalan dengan visi PBNU untuk mewujudkan perdamaian global yang adil.

Gus Yahya memandang kebijakan yang diambil Presiden Prabowo sebagai bagian dari ikhtiar kolektif. Tujuannya adalah memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional dalam membela Palestina. Ini merupakan sebuah langkah strategis yang menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mencari solusi damai bagi konflik berkepanjangan di Timur Tengah, tidak hanya melalui retorika, tetapi juga tindakan nyata.

Konsolidasi Diplomasi Internasional

Keikutsertaan Indonesia dalam BoP tidak akan berjalan sendiri. Gus Yahya menjelaskan bahwa langkah ini akan diikuti dengan konsolidasi erat bersama negara-negara Islam dan negara-negara Timur Tengah lainnya yang juga menjadi bagian dari Dewan Perdamaian. Hal ini menunjukkan pendekatan kolaboratif Indonesia dalam menyelesaikan isu global yang kompleks ini.

Melalui konsolidasi ini, langkah-langkah yang akan diambil di dalam Dewan Perdamaian diharapkan menjadi upaya yang terkoordinasi. Negara-negara yang memiliki motivasi serupa, yakni membela dan membantu Palestina, akan bersatu. Ini akan memperkuat suara dan posisi kolektif dalam mendorong perdamaian yang berkelanjutan dan adil.

Kerja sama antarnegara ini sangat krusial. Konflik Palestina-Israel membutuhkan solusi komprehensif yang melibatkan berbagai pihak. Dengan bersatunya negara-negara dengan tujuan yang sama, diharapkan tekanan diplomatik untuk mencapai gencatan senjata, stabilisasi, dan rehabilitasi Gaza dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

Baca Juga: Komisi A DPRD Surabaya Imbau Warga Waspada Virus Nipah

Board Of Peace, Misi Dan Peluang Historis

Board Of Peace, Misi Dan Peluang Historis

Board of Peace sendiri secara resmi diluncurkan di sela-sela World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026. Lembaga ini dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Tujuannya adalah mendorong gencatan senjata antara Israel dan Hamas, serta memantau proses stabilisasi dan rehabilitasi Gaza, sembari mengupayakan perdamaian berdasarkan hukum internasional.

Bagi Presiden Prabowo, bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian ini adalah momentum bersejarah. Ini adalah peluang nyata untuk secara aktif mendorong perdamaian bagi rakyat Palestina. Partisipasi Indonesia menunjukkan komitmen untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor yang berkontribusi dalam pencarian solusi damai.

Prabowo menegaskan bahwa ini adalah kesempatan yang benar-benar bisa menghasilkan perdamaian di Gaza. Pernyataan ini diungkapkan setelah penandatanganan piagam BoP. Harapan besar digantungkan pada inisiatif ini untuk mengakhiri penderitaan di Gaza dan menciptakan masa depan yang lebih stabil dan adil bagi semua pihak yang terlibat.

Komitmen Indonesia Terhadap Perdamaian

Dukungan PBNU dan keikutsertaan Indonesia dalam BoP menegaskan posisi negara ini sebagai salah satu pemain kunci dalam upaya perdamaian global. Komitmen terhadap Palestina bukan sekadar retorika, melainkan diwujudkan dalam partisipasi aktif di forum-forum internasional yang relevan. Indonesia bertekad untuk membawa perubahan positif.

Keputusan ini juga mencerminkan sinergi antara kebijakan luar negeri pemerintah dan dukungan dari organisasi masyarakat sipil terbesar seperti PBNU. Sinergi ini memperkuat legitimasi dan efektifitas langkah-langkah diplomasi Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa upaya perdamaian Palestina adalah agenda bersama seluruh elemen bangsa.

Dengan demikian, langkah Indonesia bergabung dengan Board of Peace, yang didukung penuh oleh PBNU, menjadi bukti nyata dari komitmen bangsa dalam memperjuangkan perdamaian dan keadilan. Ini adalah panggilan untuk bertindak, bukan hanya berbicara, demi masa depan Palestina yang lebih baik.

Jangan ketinggalan informasi terkini seputar dan beragam berita menarik penambah wawasan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar pertama dari nasional.kompas.com
  • Gambar Utama dari kabarbaik.co