Kritik Tegas! Kepala BSKDN Minta Daerah Responsif Hadapi Pengangguran

SKDN Minta Daerah Responsif Hadapi Pengangguran

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), Yusharto Huntoyungo, menegaskan pentingnya pemerintah daerah lebih responsif.

SKDN Minta Daerah Responsif Hadapi Pengangguran

Ia menyoroti tantangan dinamika ekonomi, perubahan pasar kerja, dan perkembangan teknologi yang menuntut kebijakan cepat dan tepat sasaran. Yusharto menekankan perlunya inovasi, pemanfaatan data, serta kebijakan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya yang hanya ada di Politik Ciki.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVELIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Pemda Diingatkan Untuk Tanggap Atasi Pengangguran

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, menekankan pentingnya pemerintah daerah lebih responsif dalam menghadapi tantangan pengangguran yang terus berubah. Ia menyebut bahwa dinamika ekonomi global, perubahan pasar kerja, dan kemajuan teknologi menuntut adaptasi cepat dalam perumusan kebijakan.

“Kita harus menyadari bahwa tantangan yang kita hadapi tidaklah ringan. Perubahan ekonomi dan struktur pasar menuntut kita untuk meningkatkan kualitas kebijakan yang dimiliki,” ujar Yusharto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu. Selain itu, pengangguran bukan sekadar angka statistik, tetapi mencerminkan tantangan pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Menurut Yusharto, pengangguran bukan sekadar angka statistik, tetapi refleksi dari tantangan pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan cepat, tepat, dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL
POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Peran Strategis Pemerintah Daerah

Dalam kegiatan Presentasi Kepala Daerah dalam rangka Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah untuk penurunan tingkat pengangguran, Yusharto menegaskan pentingnya peran daerah sebagai garda terdepan. Dengan pemahaman yang dekat terhadap karakteristik wilayah dan potensi lokal, pemerintah daerah dapat merancang solusi lebih tepat sasaran.

“Daerah memiliki keunggulan dalam merancang dan mengimplementasikan kebijakan penanganan pengangguran karena memahami kondisi dan kebutuhan warganya secara mendalam,” jelasnya saat acara daring dari Command Center BSKDN, Jakarta.

Selain itu, pendekatan lokal memungkinkan pemerintah daerah memanfaatkan sumber daya setempat untuk menciptakan lapangan kerja yang sesuai dengan potensi daerah, sehingga program penanganan pengangguran lebih efektif.

Baca Juga: Menteri PANRB Bicara Panas: WFH Bukan Jalan Pintas Kurangi Jam Kerja!

Inovasi Jadi Solusi Tantangan Kerja

Inovasi Jadi Solusi Tantangan Kerja

Yusharto menekankan bahwa inovasi menjadi kunci dalam menghadapi dinamika ketenagakerjaan. Transformasi pasar kerja dan perubahan ekonomi global menuntut daerah untuk kreatif dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat kemitraan dengan dunia usaha.

“Dalam situasi penuh tantangan, daerah yang mampu berinovasi akan memiliki keunggulan dalam menghadirkan solusi yang relevan dan berdampak nyata,” ujar Yusharto.

Inovasi ini juga termasuk pengembangan program pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri, pemanfaatan teknologi untuk penciptaan peluang usaha, serta kolaborasi strategis antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk memperluas kesempatan kerja.

Kebijakan Berbasis Data dan Dampak Nyata

Yusharto mengingatkan bahwa setiap kebijakan dan program harus berorientasi pada hasil dan dampak nyata, bukan sekadar memenuhi target administratif. Pendekatan berbasis data menjadi fondasi penting untuk memastikan program penanganan pengangguran tepat sasaran dan efektif.

Pemanfaatan data lokal membantu pemerintah daerah mengetahui kelompok yang paling terdampak, sektor kerja potensial, serta strategi intervensi yang paling tepat. Hal ini memungkinkan program ketenagakerjaan memberikan hasil yang terlihat dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Setiap kebijakan harus bisa dilihat hasilnya, bukan hanya sebagai angka administratif. Data menjadi panduan agar kita bekerja lebih cermat dan tepat sasaran,” tuturnya. Dengan pendekatan ini, pemerintah daerah diharapkan mampu menurunkan pengangguran secara signifikan dan berkelanjutan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari antaranews.com
  • Gambar Kedua dari jateng.inews.id