Ini Alasan Prabowo Bela Habis-Habisan Menteri Yang ‘Cuma’ Lihat-lihat Bencana!

Prabowo Bela Habis-Habisan Menteri Yang 'Cuma' Lihat-lihat Bencana

Presiden Prabowo membela menterinya yang dikritik hanya ‘melihat-lihat’ bencana, menegaskan komitmen pemerintah tetap tanggap dan serius.

Prabowo Bela Habis-Habisan Menteri Yang 'Cuma' Lihat-lihat Bencana

Presiden Prabowo Subianto membela menterinya yang dikritik dianggap hanya ‘melihat-lihat’ saat meninjau lokasi bencana. Kritikan datang dari berbagai pihak. Pembelaan disampaikan saat rapat koordinasi meninjau pembangunan hunian Danantara di Aceh Tamiang, 1 Januari 2026, menunjukkan komitmen pemerintah menghadapi tantangan, bahkan di pergantian tahun.

Simak beragam informasi menarik lainnya tentang politik di Indonesia yang terbaru dan terviral cuman hanya ada di seputaran Politik Ciki.

Kritik Dan Pembelaan Presiden Prabowo

Prabowo menyoroti adanya kecenderungan negatif dari beberapa individu dan komentator yang selalu memandang kegiatan bangsa dan pemerintah dari sudut pandang buruk. Ia menyampaikan bahwa kritik terhadap menteri yang datang ke lokasi bencana hanya untuk melihat-lihat adalah hal yang serba salah. Jika menteri tidak datang, mereka akan dibilang tidak peduli.

Namun, jika menteri datang, muncul pertanyaan mengapa mereka tidak ikut bekerja secara fisik. Prabowo menegaskan bahwa kehadiran pejabat bukan untuk ikut ‘mencangkul’, melainkan untuk memahami langsung permasalahan di lapangan. Ini adalah sebuah dilema yang sering dihadapi oleh para pemimpin.

Kehadiran pejabat di lokasi bencana memiliki tujuan yang lebih strategis, yaitu untuk mengidentifikasi kekurangan dan mencari solusi yang cepat dan tepat. Prabowo menjelaskan bahwa dengan bertemu langsung dengan kepala daerah atau masyarakat terdampak, pejabat dapat menerima masukan dan usulan mengenai kebutuhan mendesak yang diperlukan.

Pentingnya Kehadiran Pejabat di Lokasi Bencana

Prabowo menekankan bahwa kehadiran menteri dan pejabat dari kementerian/lembaga di lokasi bencana adalah sebuah kewajiban. Ia berterima kasih kepada semua unsur yang turun langsung ke lapangan. Tujuan utama mereka adalah memeriksa secara langsung kondisi, mencari masalah, dan memastikan penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

Para pejabat ini berbagi tugas dan titik lokasi untuk memastikan setiap area terdampak mendapatkan perhatian. Dengan demikian, mereka dapat mengumpulkan informasi yang akurat dan komprehensif untuk merumuskan langkah-langkah penanganan yang efektif. Ini menunjukkan koordinasi yang terencana dalam penanggulangan bencana.

Prabowo menegaskan bahwa datang ke lokasi bencana bukan sekadar ‘melihat’, melainkan untuk mencari solusi konkret. Pejabat hadir untuk mengidentifikasi masalah, menilai apa yang bisa dibantu, dan bagaimana proses penanganan dapat dipercepat. Ini adalah pendekatan proaktif dalam memastikan bantuan dan solusi tiba di tempat yang tepat.

Baca Juga: Momen Haru, Prabowo Peluk Anak Kecil di Pengungsian Batu Hula

Tanggapan Negatif Dan Realita di Lapangan

 Tanggapan Negatif Dan Realita di Lapangan

Prabowo menyayangkan adanya kecenderungan di masyarakat yang menurutnya kurang sehat, di mana setiap kegiatan pemerintah selalu dilihat dari sudut pandang negatif. Ia mengungkapkan bahwa kritikan seperti “Untuk apa menteri datang ke tempat bencana? Hanya datang melihat” adalah contoh dari pandangan yang tidak memahami esensi kehadiran pejabat.

Menurut Prabowo, pejabat yang datang melihat permasalahan secara langsung memiliki fungsi vital. Mereka hadir untuk menilai apa kekurangan, apa masalah utama, dan bagaimana pemerintah dapat memberikan bantuan secara efektif. Kehadiran mereka memfasilitasi komunikasi langsung dengan pihak terdampak dan pemerintah daerah.

Sebagai contoh, ketika Prabowo bertemu gubernur, ia dapat langsung menerima informasi tentang kebutuhan dan usulan di lapangan. Hal ini memungkinkannya untuk segera mengecek dan menindaklanjuti permasalahan tersebut. Jadi, kehadiran pejabat adalah bagian integral dari upaya penanganan bencana yang komprehensif.

Pesan Prabowo Untuk Para Menteri

Prabowo mengingatkan para pemimpin dan menteri bahwa salah satu kewajiban mereka adalah siap untuk dihujat. Ia percaya pada bukti kerja keras yang telah dilakukan oleh anak buahnya. Baginya, kinerja adalah prioritas utama, terlepas dari kritik yang mungkin datang.

Ia juga menambahkan bahwa seorang pejabat harus siap untuk difitnah. Namun, Prabowo berharap agar para menteri di kabinetnya tidak terpengaruh oleh hal tersebut dan tidak patah semangat. Pesannya adalah untuk tetap fokus bekerja demi rakyat, karena itulah esensi pengabdian.

Prabowo menutup dengan menekankan pentingnya tidak mudah menyerah di tengah badai kritik. Semangat kerja keras dan pengabdian harus tetap menyala, demi kepentingan bangsa dan negara. Inilah komitmen yang diharapkan dari setiap anggota Kabinet Merah Putih dalam menjalankan tugasnya.

Pantau selalu berita politik terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di Politik Ciki agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari jatim.antaranews.com
  • Gambar Kedua dari rakyatpos.id