Wakil Presiden Gibran Rakabuming menegaskan dukungan penuh pada UMKM untuk menguasai AI, mempersiapkan Indonesia raih kejayaan ekonomi 2026.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menunjukkan komitmen kuat pada pengembangan UMKM melalui dukungan pelatihan kecerdasan buatan (AI). Inisiatif ini diharapkan meningkatkan daya saing UMKM di tingkat regional dan global, seiring pesatnya perkembangan teknologi digital, sekaligus mempersiapkan pelaku usaha menghadapi tantangan ekonomi modern.
Simak beragam informasi menarik lainnya tentang politik di Indonesia yang terbaru dan terviral cuman hanya ada di seputaran Politik Ciki.
Pelatihan AI Untuk Daya Saing UMKM
Gibran Rakabuming mendukung pelatihan AI bagi UMKM yang diinisiasi ASEAN Foundation. Pertemuan di Istana Wakil Presiden menegaskan prioritas pemerintah dalam adaptasi teknologi. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM, dengan Indonesia sebagai fokus utama karena kontribusi besar terhadap perekonomian.
Pelatihan AI ini bertajuk AIM ASEAN, dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan UMKM. Legal Coordinator dan Project Manager AIM ASEAN, Eci Ernawati, menjelaskan program ini berjalan melalui kemitraan strategis dengan entitas lokal seperti KUMPUL Impact dan Kaizen Room, memastikan jangkauan luas dan implementasi efektif di Indonesia.
Wakil Presiden Gibran berjanji akan memberikan dukungan penuh, tidak hanya dalam hal akses bagi UMKM ke program pelatihan AI, tetapi juga penyediaan lokasi. Selain itu, dukungan juga akan diberikan dalam bentuk transfer pengetahuan yang relevan. Kolaborasi antara pemerintah dan pihak pelaksana program sangat diharapkan untuk keberhasilan inisiatif ini.
Komitmen Pemerintah Perkuat Ekonomi Digital
Dukungan yang diberikan oleh Gibran menjadi sinyal jelas atas komitmen pemerintah dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha kecil. Tujuannya adalah agar UMKM mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital yang terus berkembang pesat. Adaptasi ini krusial untuk menjaga relevansi dan pertumbuhan bisnis di era digital.
Pelatihan AI diharapkan membawa dampak ganda bagi UMKM. Selain meningkatkan efisiensi operasional, pelatihan ini juga membuka pintu inovasi produk yang lebih canggih. Pemasaran berbasis data menjadi lebih terarah, dan pada akhirnya, akses pasar bagi produk UMKM akan semakin luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Eci Ernawati menambahkan bahwa melalui literasi dan pelatihan AI untuk masyarakat umum dan UMKM, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi. Melainkan, Indonesia diharapkan mampu membangun kedaulatan digital yang kuat, didukung oleh kapasitas sumber daya manusia yang mumpuni. Ini adalah langkah strategis menuju kemandirian teknologi.
Baca Juga: Geger! PKB Minta Reformasi Parpol Dan Ambang Batas Parlemen, Netizen Panas
Inklusivitas Program AI Untuk Semua
Selain program AIM ASEAN yang spesifik untuk UMKM, audiensi juga membahas AI Ready ASEAN Program. Program ini memiliki jangkauan yang lebih luas, menargetkan 5,5 juta individu di seluruh negara ASEAN. Kelompok sasaran meliputi guru, pemuda, dan orang tua, memastikan bahwa manfaat AI dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat.
Project Manager AI Ready ASEAN, Diera Gala Paksi, menjelaskan bahwa program ini dirancang dengan pendekatan inklusif. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan dan marginal, termasuk santri dan masyarakat di daerah terpencil. Hal ini sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia nasional.
Gibran menyambut baik program ini karena selaras dengan Asta Cita pemerintah, khususnya dalam pemberdayaan sumber daya manusia. Diera menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui dukungan kebijakan dan kolaborasi erat antara pemerintah dan mitra pelaksana, untuk memastikan dampak jangka panjang.
Membangun Kedaulatan Digital Indonesia
Keberlanjutan program pelatihan AI sangat ditekankan untuk memastikan bahwa dampak positifnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Dukungan dari pemerintah, terutama dari sisi kebijakan, menjadi fondasi utama. Ini akan menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pengembangan dan penerapan AI di sektor UMKM dan masyarakat umum.
Eci Ernawati berharap bahwa dengan adanya pelatihan AI, baik untuk masyarakat umum maupun UMKM, Indonesia dapat mencapai kedaulatan digital. Ini berarti negara tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan dan menguasai teknologi tersebut. Tujuannya adalah melatih lebih banyak masyarakat di tingkat grassroot.
Dengan demikian, inisiatif ini merupakan langkah progresif untuk memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia. Melalui pemberdayaan UMKM dan masyarakat dengan keterampilan AI, Indonesia siap menghadapi masa depan yang terhubung secara digital, menciptakan inovasi, dan bersaing secara global.
Pantau selalu berita politik terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di Politik Ciki agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari beritasatu.com
- Gambar Kedua dari web.facebook.com