Hasto Kristiyanto tegaskan bendera Indonesia hanya Merah Putih, menanggapi isu pengibaran bendera GAM di Aceh.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa bendera resmi Republik Indonesia hanyalah Merah Putih. Pernyataan ini muncul menyusul hebohnya isu pengibaran bendera GAM di Aceh yang sempat menjadi sorotan publik.
Hasto juga mengingatkan agar kejadian tersebut tidak dipolitisasi. Ia menekankan pentingnya menjadikan momen ini untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong, khususnya dalam membantu masyarakat terdampak bencana di beberapa wilayah Sumatra.
Simak penjelasan lengkap Hasto beserta upaya PDI Perjuangan dalam menolong warga di Politik Ciki.
Hasto Tegaskan Bendera Indonesia Hanya Merah Putih
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa satu-satunya bendera yang sah di Republik Indonesia adalah Merah Putih, dalam kerangka NKRI. Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang terjadi di Aceh beberapa waktu lalu.
Hasto menekankan bahwa kejadian tersebut seharusnya tidak dijadikan bahan perdebatan politik. Menurutnya, peristiwa ini justru menjadi tanda perlunya tindakan cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam serta kesulitan sosial di wilayah tersebut.
Isu Politik vs Kemanusiaan
Usai melepas bantuan ambulans dan tenaga medis bagi korban bencana di Sumatra, Hasto menekankan agar pengibaran bendera GAM tidak dijadikan isu politik. Menurutnya, bencana alam seharusnya menjadi momen untuk memperkuat persatuan serta semangat gotong royong antarwarga dari berbagai golongan.
“Bencana ini semestinya menyatukan kita secara kemanusiaan. Jangan bawa unsur politik kekuasaan ke dalamnya. Kita harus fokus pada kemanusiaan dan kerja sama untuk membantu mereka,” tegas Hasto.
Pernyataan ini menegaskan bahwa PDI Perjuangan lebih menekankan aspek sosial dan kemanusiaan daripada perdebatan politik.
Baca Juga: PDI-P Bahas Isu Lingkungan Dalam Rakernas Nasional Januari 2026
Dorongan Untuk Tindakan Nyata Pemerintah
Hasto juga menekankan perlunya pemerintah segera bertindak di lapangan. Fokus utama saat ini adalah pemulihan fasilitas sosial yang penting dan pembangunan kembali perumahan warga yang rusak akibat bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Yang paling diperlukan saat ini adalah tindakan cepat dari pemerintah untuk memulihkan fasilitas penting serta membangun kembali rumah warga, sehingga mereka bisa mendapatkan harapan baru, ujar Hasto. Pernyataan ini menegaskan bahwa prioritas utama adalah bantuan dan pemulihan bencana, bukan perdebatan politik.
Komitmen PDI Perjuangan Dalam Pemulihan Pascabencana
Menutup pernyataannya, Hasto menegaskan komitmen penuh PDI Perjuangan melalui Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) dalam mendukung pemulihan pascabencana. Ia mengingatkan bahwa duka yang dialami masyarakat di Sumatra adalah duka seluruh bangsa.
Luka di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat karena bencana adalah luka bagi semua anak bangsa. PDI Perjuangan berperan aktif dalam upaya pemulihan beserta dampaknya, tutup Hasto.
Melalui pernyataan ini, partai menegaskan bahwa prioritas utama adalah kemanusiaan, solidaritas, dan tindakan nyata di lapangan, sekaligus menegaskan kedaulatan simbol negara melalui bendera Merah Putih sebagai identitas bangsa. Pantau terus berita terkini dan informasi viral lainnya hanya di Politik Ciki.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari telusur.co.id