DPR RI menggelar rapat perdana Pansus Penyelesaian Konflik Agraria, menyoroti ribuan desa yang masih tertinggal karena berada di kawasan hutan.
Rapat ini melibatkan Menteri Desa, ATR/BPN, dan pejabat terkait untuk membahas strategi terukur meningkatkan akses infrastruktur, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat desa. DPR menekankan pentingnya data akurat dan koordinasi lintas kementerian agar penyelesaian konflik agraria berjalan efektif. Dapatkan informasi menarik yang sedang jadi perbincangan di Politik Ciki.
Pansus DPR Mulai Bahas Penyelesaian Konflik Agraria
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat perdana Panitia Khusus (Pansus) Penyelesaian Konflik Agraria bersama pihak pemerintah. Rapat ini diadakan untuk membahas desa-desa yang masih tergolong tertinggal dan terbelakang di Indonesia. Kegiatan berlangsung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu (21/1/2026).
Pihak pemerintah yang hadir dalam rapat antara lain Menteri Desa Yandri Susanto, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta pejabat dari Kemendagri, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Transmigrasi. Kehadiran mereka diharapkan bisa memberikan pemaparan terkait data dan langkah strategis penyelesaian masalah desa tertinggal.
Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa, menjelaskan bahwa rapat perdana ini menjadi penting karena masih terdapat ribuan desa yang kesulitan mengakses pembangunan dasar. Menurutnya, hal ini berdampak langsung pada kesejahteraan jutaan penduduk di wilayah tersebut.
Kawasan Hutan Jadi Penyebab Ribuan Desa Tertinggal
Saan Mustopa menyebutkan, salah satu penyebab utama desa-desa tertinggal adalah karena status wilayahnya berada dalam kawasan hutan. Kondisi ini membuat pemerintah dan masyarakat mengalami keterbatasan akses untuk melakukan pembangunan infrastruktur maupun pelayanan publik.
“Ini tentu berdampak terhadap penduduk desa, mulai dari akses infrastruktur hingga pelayanan dasar. Kalau tidak ditangani, mereka akan terus tertinggal,” ujarnya. Ia menekankan perlunya intervensi terpadu antara kementerian terkait untuk mempercepat pembangunan desa.
Selain itu, Saan berharap rapat Pansus dapat memperoleh data yang akurat mengenai jumlah dan luas desa yang terdampak. Informasi ini dinilai krusial agar solusi yang dirumuskan tepat sasaran dan efektif bagi masyarakat di desa tertinggal.
Baca Juga: Gibran Turun Tangan, Kunjungi Korban Banjir Parah Di Kampung Gabus Bekasi
DPR Genjot Penyelesaian Konflik Agraria Secara Terencana
Dalam rapat ini, DPR menekankan perlunya rumusan penyelesaian masalah agraria yang jelas dan terukur. Rencana tersebut mencakup pemetaan desa tertinggal, identifikasi kendala, dan strategi pembangunan infrastruktur. Hal ini diharapkan bisa mengurangi kesenjangan antara desa tertinggal dan desa maju.
Saan menambahkan, DPR khawatir jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut, penduduk desa tidak akan mendapatkan akses layanan dasar yang layak. “Kita ingin mengetahui luas, jumlah, dan penyelesaian yang konkret agar penduduk bisa merasakan manfaat pembangunan,” ujarnya.
Lebih lanjut, rapat Pansus ini juga menekankan pentingnya koordinasi antar kementerian agar langkah-langkah penyelesaian konflik agraria dan pembangunan desa bisa berjalan efektif. Pendekatan terpadu diharapkan bisa meminimalisir hambatan birokrasi yang selama ini menghambat proses pembangunan desa.
Titiek Soeharto Ditunjuk Ketua Harian Pansus
Dalam rapat perdana Pansus, eks istri Presiden Prabowo Subianto, Titiek Soeharto, ditetapkan sebagai Ketua Harian. Penunjukan ini diharapkan bisa memberikan arahan strategis dalam proses penyelesaian konflik agraria.
Sebelumnya, DPR telah membentuk dan mengesahkan daftar anggota Pansus Penyelesaian Konflik Agraria dalam Rapat Paripurna ke-6 Masa Sidang I Tahun 2025-2026 pada Kamis (2/10/2025). Pengesahan anggota ini menjadi dasar hukum bagi Pansus untuk melakukan tugasnya.
Dengan struktur kepemimpinan yang jelas, Pansus kini fokus memetakan masalah desa tertinggal dan mencari solusi efektif. Langkah ini menjadi salah satu prioritas DPR dalam mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tertinggal.
Pantau selalu kejadian terbaru dan terviral berita lainnya yang kami berikan hanya ada di Politik Ciki.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari nasional.kompas.com
- Gambar Kedua dari tribunnews.com