Di Sidang Kabinet, Prabowo Ungkap Ada Pihak Luar Tak Suka Indonesia Kuat

Di Sidang Kabinet, Prabowo Ungkap Ada Pihak Luar Tak Suka Indonesia Kuat

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan perhatian serius terkait dinamika sosial dan informasi yang berkembang di masyarakat.

Di Sidang Kabinet, Prabowo Ungkap Ada Pihak Luar Tak Suka Indonesia Kuat

Dalam Sidang Kabinet Merah Putih yang digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Senin, 15 Desember 2025,

Menurut Prabowo, di saat pemerintah sedang bekerja keras menangani dampak bencana, sebagian pihak justru lebih menonjolkan narasi yang menurutnya kurang akurat, bahkan cenderung meragukan peran negara dalam penanganan krisis tersebut, Mari kita ulas lebih dalam di .

Pernyataan Prabowo Tentang Ketidaknyamanan Pihak Luar

Pernyataan Prabowo ini muncul dalam konteks bagaimana pemerintah merespons kritik dan informasi yang beredar di ruang publik.

Presiden menilai bahwa ada pihak-pihak yang, menurutnya, tidak hanya mengkritik secara internal tetapi bahkan katanya “kekuatan luar” yang tidak suka melihat Indonesia semakin kuat. Ia menyebutkan bahwa pihak-pihak ini berupaya menonjolkan kebohongan atau informasi tidak benar demi tujuan tertentu.

Kalimat ini menunjukkan bahwa pemerintah memandang dinamika informasi dan kritik yang beredar tidak hanya sebagai fenomena domestik semata. Namun juga sebagai bagian dari tantangan yang lebih luas yang berasal dari luar negeri.

Meskipun Prabowo tidak secara rinci menyebut nama negara atau organisasi tertentu. Pernyataannya menunjukkan keprihatinan terhadap pengaruh eksternal yang menurutnya dapat memengaruhi persepsi publik Indonesia.

Pernyataan semacam ini kerap menjadi bagian dari retorika bagi pemerintah yang ingin menekankan pentingnya kedaulatan informasi dan pemerintahan yang kuat di tengah berbagai tekanan politik, sosial, dan internasional.

Penekanan Pada Peran Negara

Dalam pidatonya, Prabowo tidak hanya menyentuh isu kekuatan luar yang disebutnya kurang menyukai Indonesia kuat. Tetapi juga menyoroti pentingnya kehadiran negara dalam situasi krisis.

Ia menegaskan bahwa negara hadir sejak awal dalam menanggulangi bencana yang terjadi di Sumatera dan Aceh. Termasuk pengerahan sumber daya yang besar demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat terdampak.

Penekanan ini sekaligus menjadi upaya untuk meluruskan narasi yang kurang akurat di ruang publik.

Lebih jauh lagi, Prabowo menyerukan waspada terhadap upaya pihak-pihak yang menurutnya bisa memanfaatkan situasi krisis demi tujuan politik tertentu.

Pernyataan tersebut juga diikuti oleh ajakan agar seluruh elemen bangsa. Termasuk jajaran pemerintah dan masyarakat luas, tetap waspada, bersatu, dan tidak terpecah oleh informasi yang tidak benar atau provokatif.

Baca Juga: Prabowo Murka! Perusahaan Hutan Nakal Siap-Siap Cabut Izin!

Pernyataan Untuk Politik Dalam Negeri

Pernyataan Untuk Politik Dalam Negeri

Pernyataan Prabowo ini jelas memiliki implikasi terhadap bagaimana pemerintah menangani kritik dan dinamika politik dalam negeri. Dengan menempatkan kritik tertentu sebagai bagian dari pengaruh eksternal. Pemerintah dapat memperkuat narasinya sendiri terkait kedaulatan nasional dan posisi Indonesia di panggung global.

Pernyataan bahwa ada pihak luar yang tidak menyukai Indonesia kuat juga bisa dilihat sebagai usaha untuk memupuk solidaritas nasional di antara masyarakat Indonesia. Terutama dalam menghadapi tantangan besar seperti bencana alam.

Namun, cara pandang ini juga memicu diskusi tentang bagaimana pemerintah dan publik harus bersikap terhadap kritik, transparansi informasi. Serta keterbukaan demokrasi di dalam negeri.

Secara keseluruhan, pidato Prabowo di Sidang Kabinet Merah Putih menegaskan kembali arah kebijakan pemerintahan yang ingin menempatkan Indonesia sebagai negara yang kuat, tangguh, dan berdaulat baik secara domestik maupun dalam hubungan internasional sambil mengimbangi narasi kritik di ruang publik.

Reaksi Publik dan Tanggapan di Media

Respons atas pernyataan Prabowo ini beragam. Sejumlah media nasional melaporkan pidato tersebut dan menggarisbawahi isi utama yang menyinggung kekuatan luar yang tidak mendukung kebangkitan Indonesia.

Tidak semua pihak setuju dengan cara penyampaian semacam itu beberapa kelompok masyarakat dan elemen sipil berpendapat bahwa isu kekuatan asing bisa menjadi distraksi dari masalah domestik yang nyata dan harus ditangani secara terbuka dan transparan.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, pernyataan yang mirip tentang kekuatan asing atau intervensi eksternal dalam dinamika politik dan sosial Indonesia pernah juga muncul, dan menimbulkan perdebatan tentang batas antara kritik yang sah dan tuduhan yang bersifat politis.

Buat kalian yang ingin mendapatkan analisis politik yang tajam dan update terkini, kalian bisa kunjungi Politik Ciki yang dimana akan selalu menyajikan berita dan opini terpercaya seputar dinamika politik Indonesia dan dunia.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari nasional.tvrinews.com