Airlangga Ungkap Pesan Prabowo Ke Investor Usai Pasar Saham Rontok

Airlangga Ungkap Pesan Prabowo Ke Investor Usai Pasar Saham Rontok

Gejolak di pasar saham seringkali memicu kekhawatiran di kalangan investor, terutama terkait kerugian besar dan ketidakpastian ekonomi global.

Airlangga Ungkap Pesan Prabowo Ke Investor Usai Pasar Saham Rontok

Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan, pertanyaan mengenai stabilitas ekonomi nasional pun muncul. Menanggapi situasi ini, Presiden Prabowo Subianto, melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyampaikan pesan reassuring kepada para pelaku pasar dan seluruh rakyat Indonesia.

Berikut ini, Politik Ciki akan menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga fundamental ekonomi dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Stabilitas Ekonomi Di Tengah Badai Global

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, baru-baru ini menyampaikan pesan penting dari Presiden Prabowo Subianto kepada para investor. Pesan ini muncul di tengah kondisi pasar saham yang sempat bergejolak, ditandai dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir. ​Presiden Prabowo menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh.​

Dalam kutipan yang disampaikan Airlangga, Presiden Prabowo menekankan keyakinannya terhadap resiliensi ekonomi Indonesia. Ini merupakan sinyal positif bagi investor domestik maupun mitra internasional. Pernyataan ini bertujuan untuk menenangkan pasar dan membangun kembali kepercayaan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang tengah berlangsung.

Komitmen ini bukan hanya sekadar retorika, melainkan didasari oleh berbagai indikator ekonomi makro yang stabil. Pemerintah akan terus berupaya menjaga stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta menciptakan lingkungan bisnis yang menarik. Pesan ini adalah jaminan bahwa pemerintah akan berdiri teguh mendukung perekonomian nasional.

Komitmen Pemerintah Untuk Pasar Keuangan

Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pengelolaan pasar keuangan yang sehat. Pemerintah bertekad untuk mendukung perbaikan dan pengembangan pasar modal Indonesia. Tujuannya adalah menciptakan iklim investasi yang transparan, adil, dan memiliki daya saing di kancah global.

Airlangga Hartarto mengutip langsung pesan Presiden, “Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan kita, dan kami berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam ketika pasar menghadapi tantangan.

Komitmen ini mencakup berbagai upaya, mulai dari pengawasan yang ketat hingga penyediaan regulasi yang mendukung pertumbuhan. Dengan demikian, investor diharapkan dapat merasa lebih aman dan yakin untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Visi untuk pasar modal kelas dunia menjadi prioritas utama.

Baca Juga: PPATK Bongkar Dugaan Dana Tambang Emas Ilegal Rp 992 T

Fluktuasi IHSG, Koreksi Dan Rebound

Fluktuasi IHSG, Koreksi Dan Rebound

Pasar saham Indonesia memang mengalami tekanan signifikan beberapa waktu lalu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok parah pada Rabu dan Kamis, 28-29 Januari 2026. Bahkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat melakukan trading halt setelah IHSG melorot lebih dari 8% dalam dua hari berturut-turut.

Pada penutupan perdagangan Rabu, IHSG ditutup melemah 7,35% ke level 8.320,55. Penurunan ini dipicu oleh aksi jual bersih atau net sell investor asing yang mencapai Rp 6,17 triliun. Situasi ini menunjukkan sensitivitas pasar terhadap sentimen investor asing.

Namun, pasar menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pada penutupan Jumat, IHSG tercatat menguat 1,81% ke level 8.329,60. Meskipun demikian, tren net sell investor asing masih terlihat dengan nilai Rp 1,53 triliun pada hari tersebut, dan total net sell sepanjang tahun 2026 mencapai Rp 7,75 triliun.

Faktor Pemicu Dan Upaya Meredakan Tekanan

Pelemahan IHSG sebagian besar dipicu oleh beberapa faktor eksternal, termasuk sentimen negatif dari MSCI dan pemangkasan peringkat oleh Goldman Sachs. Faktor-faktor ini seringkali memiliki dampak signifikan pada persepsi investor global terhadap pasar Indonesia, menyebabkan koreksi harga saham.

Pemerintah menyadari bahwa faktor eksternal dapat memengaruhi pasar domestik, namun menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Pernyataan Presiden Prabowo ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran dan mengembalikan kepercayaan investor. Ini adalah bagian dari strategi komunikasi krisis pemerintah.

Dengan fundamental yang kokoh dan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar, diharapkan IHSG dapat segera menemukan pijakan yang lebih kuat. Investor diajak untuk melihat gambaran besar dan tidak panik menghadapi fluktuasi jangka pendek. Pemerintah akan terus bekerja keras untuk menciptakan lingkungan investasi yang stabil dan menarik.

Jangan sampai ketinggalan, semua kabar politik terbaru tersaji lengkap di Politik Ciki.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari antaranews.com
  • Gambar Kedua dari voi.id