DPR Bongkar! Efisiensi Kemhan Disebut Jadi Senjata Utama Benahi Logistik

Kemhan Disebut Jadi Senjata Utama Benahi Logistik

DPR RI menyoroti upaya efisiensi bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemhan) sebagai strategi penting memperkuat logistik.

Kemhan Disebut Jadi Senjata Utama Benahi Logistik

Langkah ini dinilai tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga menjaga kesiapan operasional TNI dan mobilitas alutsista. Anggota Komisi I, Amelia Anggraini, menekankan bahwa efisiensi yang tepat bisa memperkuat postur pertahanan tanpa mengorbankan kemampuan tempur.

Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya yang hanya ada di Politik Ciki.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVELIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Amelia Anggraini Soroti Hemat BBM Kemhan

Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai upaya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola logistik pertahanan. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan pengelolaan yang akuntabel dan berkelanjutan, terutama di tengah dinamika pasokan energi global.

“Sebagai anggota Komisi I DPR RI, saya melihat situasi ini dari dua perspektif, yaitu kesiapan operasional dan efektivitas efisiensi,” ujar Amelia di Jakarta, Rabu. Menurut saya, efisiensi penggunaan BBM tidak boleh hanya dilihat sebagai penghematan biaya semata.

Ia menegaskan bahwa efisiensi BBM tidak hanya soal penghematan energi, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesiapan tempur, frekuensi latihan, dan mobilitas satuan TNI di lapangan. Menurutnya, efisiensi yang tepat justru dapat memperkuat postur pertahanan, bukan melemahkannya.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Efisiensi Kendaraan Dinas dan Alutsista

Amelia menjelaskan bahwa efisiensi penggunaan kendaraan dinas bisa dilakukan melalui optimalisasi pemakaian, digitalisasi monitoring konsumsi BBM, serta penerapan standar operasional yang disiplin. Langkah ini bertujuan agar penghematan energi tidak mengurangi kemampuan operasional satuan.

Sementara untuk alat utama sistem persenjataan (alutsista), pendekatan efisiensi harus bersifat teknis. Beberapa strategi yang disarankan antara lain peningkatan efisiensi mesin, modernisasi sistem, hingga pengaturan siklus operasional yang tetap menjaga kesiapsiagaan.

Kunci keberhasilan kebijakan ini, menurut Amelia, terletak pada keseimbangan antara penghematan energi dan kemampuan pertahanan negara. Dengan efisiensi yang tepat, negara tetap dapat menekan konsumsi BBM tanpa mengorbankan kekuatan TNI.

Baca Juga: DPR Tekan KPK! Diminta Buka Detail Soal Polemik Tahanan Yaqut!

Kemhan Siap Hadapi Geopolitik Global

Kemhan Siap Hadapi Geopolitik Global

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan langkah-langkah efisiensi penggunaan BBM secara strategis. Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas energi di Indonesia.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa langkah efisiensi sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden menekankan pentingnya langkah proaktif serta penghematan nasional dalam mengelola energi.

Rico menambahkan, efisiensi BBM ini tidak hanya berdampak pada penghematan anggaran, tetapi juga meningkatkan kesiapan operasional TNI. Dengan begitu, langkah strategis Kemhan dianggap sejalan dengan tujuan pertahanan nasional dan kestabilan energi nasional.

Efisiensi sebagai Strategi Perkuat Pertahanan

Amelia menekankan bahwa efisiensi yang tepat bukan sekadar mengurangi konsumsi, tetapi bisa menjadi strategi untuk memperkuat postur pertahanan negara. Efisiensi harus tetap mengutamakan kesiapsiagaan dan mobilitas TNI di lapangan.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan logistik pertahanan yang lebih akuntabel dan modern akan mendukung keberlanjutan kemampuan tempur. Digitalisasi, pemeliharaan mesin, serta pengaturan operasional menjadi kunci agar penghematan BBM tidak mengganggu operasi TNI.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menciptakan sistem pertahanan yang lebih efisien sekaligus siap menghadapi tantangan geopolitik global, sehingga TNI tetap kuat dan responsif tanpa membebani anggaran negara.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari antaranews.com
  • Gambar Kedua dari antaranews.com