Anggota DPR Tegaskan, Kemenlu Wajib Tolak Tindakan AS Terhadap Venezuela

Kemenlu Wajib Tolak Tindakan AS Terhadap Venezuela

Anggota DPR menegaskan Kemenlu wajib menolak tindakan sepihak AS terhadap Venezuela demi lindungi kedaulatan dan stabilitas global.

Kemenlu Wajib Tolak Tindakan AS Terhadap Venezuela

Situasi politik di Venezuela memicu sorotan dunia. Anggota DPR menegaskan Kementerian Luar Negeri harus bersikap tegas menolak intervensi Amerika Serikat.

Sikap ini dianggap penting untuk menjaga kedaulatan negara, mendukung prinsip non-intervensi, serta mempertahankan stabilitas internasional. Bagaimana respons diplomasi Indonesia akan berjalan? Simak penjelasan lengkapnya di Politik Ciki.

DPR Tegaskan Kemenlu Wajib Menolak Tindakan AS terhadap Venezuela

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) wajib menentang tindakan Amerika Serikat terhadap Venezuela. Menurut Hasanuddin, aksi sepihak tersebut merupakan bentuk pelanggaran kedaulatan negara yang jelas bertentangan dengan prinsip hukum internasional.

Landasan sikap Indonesia sudah sangat jelas dan tegas, yaitu mendukung kemerdekaan setiap bangsa dan menolak pelanggaran kedaulatan, sebagaimana diamanatkan dalam Konstitusi UUD 1945, ujar Hasanuddin di Jakarta. Pernyataan ini menekankan pentingnya konsistensi politik luar negeri Indonesia dalam menegakkan prinsip non-intervensi.

Indonesia Harus Bersikap Proaktif di PBB

Hasanuddin menegaskan bahwa Indonesia, melalui perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa, harus proaktif mendorong penyelesaian masalah ini melalui koridor hukum internasional dan mekanisme resmi PBB. Menurutnya, tindakan sepihak yang merusak tatanan internasional harus ditangani secara adil dan berbasis hukum.

Indonesia harus ikut menjaga marwah PBB sebagai lembaga internasional yang mampu menyelesaikan konflik global secara beradab, adil, dan berbasis hukum. Inilah perwujudan nyata politik luar negeri bebas aktif yang selama ini kita junjung, jelas Hasanuddin.

Baca Juga: Kemenlu Siaga, Evakuasi WNI Venezuela Hadapi Krisis Politik

Dampak Geopolitik Dan Ekonomi Global

Dampak Geopolitik Dan Ekonomi Global 700

Selain aspek hukum, Hasanuddin mengingatkan bahwa Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh AS berpotensi menimbulkan gejolak geopolitik sekaligus fluktuasi pasar minyak global.

Pemerintah Indonesia harus mewaspadai dampak ekonomi global, terutama potensi lonjakan harga minyak, dan menyiapkan skenario mitigasi guna menjaga kesehatan fiskal APBN serta stabilitas ekonomi nasional, tegasnya. Dengan demikian, Indonesia dapat mengantisipasi risiko eksternal yang mempengaruhi stabilitas nasional.

Pelajaran Strategis Bagi Indonesia

Peristiwa di Venezuela, menurut Hasanuddin, menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Mudahnya pasukan asing menangkap seorang presiden di ibu kota negaranya menunjukkan pentingnya legitimasi politik yang kuat dan kesiapsiagaan pertahanan.

Kedaulatan negara tidak hanya dijaga oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh legitimasi politik yang kuat di mata rakyatnya sendiri, jelas legislator yang membidangi pertahanan dan hubungan luar negeri tersebut. Ia menekankan pentingnya memperkuat kepercayaan publik, soliditas nasional, serta kesiapsiagaan pertahanan sebagai langkah strategis menjaga kedaulatan Indonesia.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan militer terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya. Pernyataan ini menimbulkan sorotan internasional luas terkait prinsip hukum dan kedaulatan negara.

Pantau selalu berita politik terkini yang terpercaya, dan, eksklusif hanya di Politik Ciki agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari antaranews.com
  • Gambar Kedua dari merdeka.com