KPK memeriksa mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk mendalami besaran kerugian negara kasus kuota haji.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan keseriusannya dengan memanggil dan memeriksa mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, sebagai saksi kunci. Pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya mendalam untuk menguak detail kerugian negara yang ditimbulkan. Publik menanti transparansi dan keadilan dalam kasus yang melibatkan dana umat ini.
Simak beragam informasi menarik lainnya tentang politik di Indonesia yang terbaru dan terviral cuman hanya ada di seputaran Politik Ciki.
Pendalaman Kerugian Negara Oleh KPK Dan BPK
Pada Selasa (16/12/2025), KPK telah menuntaskan pemeriksaan terhadap eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Pemeriksaan ini merupakan bagian integral dari penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. Fokus utama penyidik adalah mendalami aspek penghitungan kerugian negara yang diduga timbul akibat praktik korupsi tersebut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa tim penyidik bekerja sama erat dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan akurasi dan validitas angka kerugian negara. Keterangan Yaqut diharapkan dapat melengkapi data yang sebelumnya telah dikumpulkan oleh KPK, memperkuat konstruksi kasus.
Penghitungan kerugian negara menjadi elemen krusial dalam setiap kasus korupsi. Budi menekankan bahwa materi ini akan menjadi pelengkap dari bukti-bukti yang sudah ada. Sinergi antara KPK dan BPK diharapkan mampu menghasilkan perhitungan yang komprehensif dan tidak terbantahkan.
Mencari Jejak Di Tanah Suci
Selain fokus pada kerugian finansial, KPK juga menggali informasi terkait temuan penyidik di Arab Saudi. Yaqut Cholil Qoumas dan saksi lainnya dimintai keterangan mengenai bukti-bukti yang ditemukan di lokasi pelaksanaan ibadah haji. Aspek ini penting untuk memahami modus operandi dan cakupan korupsi.
Budi Prasetyo mengindikasikan bahwa temuan di Arab Saudi akan memperkaya proses penyidikan. Informasi dari lapangan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai praktik-praktik yang terjadi. Hal ini membantu penyidik membangun konstruksi kasus yang lebih solid dan menyeluruh.
Investigasi tidak hanya terbatas pada dokumen dan kesaksian di dalam negeri, tetapi juga merambah ke tempat kejadian perkara di luar negeri. Pendekatan ini menunjukkan keseriusan KPK dalam mengungkap seluruh dimensi kasus. Setiap detail, sekecil apapun, dianggap penting untuk menuntaskan perkara.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Pihak Luar Menentang Kekuatan Indonesia Saat Sidang Kabinet
Proses Panjang Dan Komitmen KPK

Meskipun pemeriksaan telah selesai, proses penghitungan kerugian negara oleh BPK masih terus berjalan. Budi Prasetyo menegaskan bahwa tim auditor BPK masih aktif melakukan penghitungan khusus, bahkan hingga malam hari. Ini menandakan bahwa proses audit masih dalam tahap finalisasi dan membutuhkan ketelitian tinggi.
Pernyataan Budi mengindikasikan bahwa KPK tidak akan terburu-buru dalam mengumumkan hasil akhir. Konsolidasi data dan penghitungan yang matang adalah prioritas. Komitmen ini penting untuk memastikan bahwa setiap tuduhan didasarkan pada bukti dan angka yang akurat dan kredibel.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa KPK berkomitmen untuk menindak tuntas kasus korupsi, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik vital seperti haji. Diharapkan, hasil akhir dari penyidikan ini tidak hanya mengungkap kebenaran, tetapi juga memberikan efek jera bagi para pelaku.
Yaqut Dalam Sorotan Irit Bicara Status Saksi
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terpantau irit bicara usai menjalani pemeriksaan panjang. Ia diperiksa selama hampir 8,5 jam, tiba di Gedung Merah Putih KPK pukul 11.41 WIB dan baru keluar pukul 20.13 WIB. Keengganannya memberikan banyak komentar menarik perhatian media.
Saat dicecar pertanyaan oleh wartawan, Yaqut hanya meminta agar pertanyaan diajukan langsung kepada penyidik KPK. Respons serupa ia berikan ketika ditanya mengenai temuan KPK di Arab Saudi. Sikap ini wajar dalam proses hukum untuk menjaga kerahasiaan penyidikan.
Namun, Yaqut memastikan statusnya dalam kasus ini masih sebagai saksi. Penegasan ini penting untuk menghindari spekulasi publik. Meski berstatus saksi, durasi pemeriksaan yang panjang menunjukkan bahwa keterangannya dianggap sangat relevan dan signifikan bagi penyidik.
Pantau selalu berita politik terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di Politik Ciki agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari nasional.kompas.com
- Gambar Kedua dari nasional.kompas.com