Pesan Wapres Gibran di G20, Kemitraan Adil Untuk Masa Depan Dunia

Pesan Wapres Gibran di G20, Kemitraan Adil Untuk Masa Depan Dunia

Wakil Presiden Gibran menekankan kemitraan global adil saling menguntungkan dan memberdayakan semua negara, tanpa mendikte atau menciptakan ketergantungan.

Pesan-Wapres-Gibran-di-G20,-Kemitraan-Adil-Untuk-Masa-Depan-Dunia

Dalam pidatonya di KTT G20, Gibran menegaskan setiap negara berhak menentukan pembangunan sendiri serta mendorong kerja sama global inklusif dan adil.

Berikut ini Politik Ciki akan memberikan informasi mengenai pesan penting Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dalam KTT G20.

Kemitraan Global yang Adil dan Memberdayakan

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan pesan tegas bahwa masa depan tatanan global harus dibangun atas prinsip kemitraan yang adil, saling menguntungkan, dan memberdayakan, bukan mendikte atau menciptakan ketergantungan baru. Pernyataan ini disampaikan seusai ia menyampaikan pidato pada sesi ketiga KTT G20 di Johannesburg Expo Center, Minggu (23/11/2025).

“Setiap negara berhak menentukan arah pembangunan sendiri. Yang namanya kerja sama, partnership, harus menyejahterakan dan memberdayakan,” kata Gibran. Menurutnya, model kerja sama global yang mendikte atau menimbulkan ketergantungan tidak lagi relevan dalam konteks pembangunan dunia yang berkeadilan.

Wapres menegaskan bahwa pesan ini menjadi prinsip yang konsisten diperjuangkan Indonesia dalam berbagai forum internasional, terutama dalam upaya memperkuat posisi negara-negara Global South.

Perjuangan Indonesia Untuk Keadilan Ekonomi Global

Dalam sesi-sesi G20 maupun pertemuan CEO Business Forum, Indonesia menekankan pentingnya memperjuangkan hak negara-negara berkembang untuk menentukan arah pembangunan nasional. Wapres Gibran menyebut bahwa posisi Global South harus diakui dalam tatanan global agar tercipta keadilan ekonomi yang nyata.

“Ini merupakan kelanjutan dari inisiatif Indonesia selama empat tahun terakhir. Keadilan ekonomi global adalah hal yang secara konsisten kami dorong,” ujar Wapres. Indonesia menegaskan bahwa kerja sama internasional harus memberi manfaat nyata, bukan hanya sekadar formalitas diplomasi atau mekanisme politik global.

Melalui forum ini, Indonesia juga menekankan pentingnya mekanisme yang transparan dan inklusif agar negara-negara berkembang dapat mengakses pembiayaan pembangunan secara adil dan efisien.

Baca Juga: Prabowo Kumpulkan Menteri Hingga Kapolri ke Hambalang, Bahas Apa?

Pembangunan Inovatif dan Ekonomi Digital

Pembangunan-Inovatif-dan-Ekonomi-Digital

Dalam pidatonya, Wapres Gibran menekankan pentingnya inovasi dan teknologi sebagai bagian dari strategi pembangunan global. Ia menyoroti keberhasilan Indonesia dalam inovasi pembayaran digital berbiaya rendah seperti QRIS, yang dapat menjadi model bagi negara-negara lain dalam mempermudah akses keuangan digital.

Selain itu, Gibran mendorong G20 untuk memulai dialog mengenai ekonomi kecerdasan (artificial intelligence) dan pemanfaatan teknologi untuk pertumbuhan inklusif. Menurutnya, inovasi digital dan teknologi dapat menjadi pendorong kesejahteraan masyarakat, terutama di negara-negara berkembang, dengan tetap menekankan prinsip keadilan dan akses yang merata.

Dalam konteks ketahanan pangan, Wapres mengingatkan bahwa masih terdapat ratusan juta penduduk dunia yang rentan kelaparan. Ia mencontohkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai solusi yang memberdayakan petani dan pelaku usaha lokal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan regional.

Solidaritas Kemanusiaan dan Dialog Multilateral

Selain isu ekonomi, Wapres Gibran juga menyoroti pentingnya menempatkan kemanusiaan sebagai pusat tata kelola global. Ia mengangkat isu-isu kemanusiaan di Gaza, Ukraina, Sudan, dan Sahel. Serta menyerukan perlunya kerja sama internasional yang berbasis empati, solidaritas, dan aksi nyata untuk melindungi rakyat yang terdampak konflik.

Gibran juga memanfaatkan kesempatan untuk memperkuat hubungan bilateral dengan sejumlah negara, termasuk Ethiopia, Vietnam, Angola, dan Finlandia. Pertemuan ini sekaligus memperkuat kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, transisi energi, dan sistem pangan yang berkelanjutan.

Selain itu, kehadirannya dalam pertemuan MIKTA dan forum multilateral lainnya memperkuat posisi Indonesia. Sebagai penggerak diplomasi Global South yang inklusif dan berpihak pada keadilan.

Simak dan ikut terus perkembangan politik terkini dengan informasi akurat dan tentunya terpercaya hanya di Politik Ciki.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari antaranews.com
  • Gambar Kedua dari kompas.com